Langkah Pertama Terberat

20140409_071956

Hai Pit,

Gw ceritain bagaimana rasanya meninggalkan tanah kelahiran untuk kali pertama dalam jangka waktu yang lama. Setelah kita saling melambaikan tangan, dada gw sesak. Bukan cuma karena ninggalin semua yang dikenal di Indonesia tetapi juga karena waktu boarding pesawat gw sudah dimulai sejak lima menit sebelumnya. Gw agak telat. Saat masuk pesawat, hampir seluruh kursi sudah terisi penuh.Gw menjadi satu dari sedikit penumpang terakhir yang boarding.

Ternyata ada yang minta gw tukar tempat duduk, sebel, sih. tapi, enggak apa-apalah, soalnya mereka satu grup terdiri dari enam pria trendi yang selalu pake celana sedengkul dan gemulai. Beruntung gw terima untuk bertukar tempat, kalau enggak bisa enggak enak hati selama tiga jam perjalanan. Sumpah, mereka berenam berasa lagi ngobrol di kedai kopi mahal gitu. Rumpi banget.

Balik lagi ke soal perasaan. Selama penerbangan gw gundah. Nangis sudah pasti, mau ditahan tapi enggak sanggup dan dada gw makin sesak, ya sudah dilepas saja tangisan itu. Gw liat lagi foto keluarga waktu anter ke bandara, foto wisuda adek gw sehari sebelumnya. Makin enggak karuan perasaan gw.

Sempat gw mikir, apa keputusan gw bener ninggalin keluarga dan ngejalanin apa yang gw mimpikan sejak lama. Seperti ada perasaan bersalah, padahal gw seharusnya jaga keluarga di Indonesia, bukannya ninggalin. Tapi, mewujudkan mimpi enggak salah, kan?

Hari-hari pertama di Thailand gw masih suka gundah. Foto keluarga gw liatin terus, sambil berharap mereka baik-baik saja di rumah.

Lo masih inget pesan WA yang gw kirim waktu gw dapet mimpi buruk? Itu loh, mimpi empat gigi gw copot. Makin enggak karuan perasaan gw. Untungnya jaringan internet di penginapan di Bangkok cukup bagus jadinya gw masih bisa telpon atau WA keluarga di rumah. Pelan-pelan gw mulai bisa kendaliin perasaan dan tidak melulu merasa asing jauh dari keluarga dan mulai menikmati perjalanan di Thailand.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s