TENTANG ORANG-ORANG HEBAT

Tinggal sebulan lagi nih, sebelum gw berangkat awal September nanti. Jadi gw memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan gw akhir bulan Juli lalu. Sedih sekali pastinya. Lima tahun gw jadi wartawan dan bekerja buat perusahaan itu. Banyak hal yang gw pelajari. Dan, hal yang paling bikin gw sedih adalah harus berpisah dengan teman-teman yang ada di sana.

Gw bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang yang luar biasa. Mereka yang rela digaji kecil karena mencintai pekerjaannya. Mereka yang tidak mengeluh soal sedikitnya waktu libur yang mereka dapatkan. Mereka yang tetap tertawa di tengah jam deadline. Mereka yang selalu punya ide-ide cemerlang di setiap rapat redaksi.

Mereka yang langsung turun tangan saat yang lain tertimpa musibah. Mereka yang tidak menjadi sombong karena sadar bahwa ada Allah yang punya kekuatan yang lebih besar dari takdir. Mereka yang tidak takut berbicara dan menulis demi kemanusiaan. Yang tidak ragu menyerahkan jutaan lembar rupiah dalam sebuah amplop agar bisa disumbangkan ke panti yatim.

Di hari gw pamitan, seorang teman memberikan sebuah mug besar yang selalu dia pakai untuk minum kopi di pantry. Dia bilang, dia ngak punya barang bagus yang bisa dia berikan. Tapi bagi gw, mug itu adalah hadiah terbaik. Kami adalah tim yang hebat. Meskipun sudah berumur dan gw memanggil dia dengan panggilan bapak, dia adalah salah satu layouter terbaik yang ada di kantor gw.

Dia mampu mengimbangi kecepatan editing gw. Bahkan kadang gw yang harus mengikuti ritme kerjanya yang gesit. Dia juga sama perfeksionisnya dengan gw, jadi gw ngak pernah ragu dengan hasil kerjanya. Gw berharap dia dan teman-teman layouter yang lainnya selalu bahagia dan ngak berhenti tertawa seperti yang selalu mereka lakukan selama ini. Tim layout terhebat se-Indonesia dan Asia.

Salah seorang teman gw yang editor bahasa juga memberikan gw sebuah buku travelling. Dia membuat gw berjanji untuk selalu menyempatkan waktu untuk jalan-jalan di tengah jadwal kuliah gw yang padat. Dia juga punya mimpi yang sama dengan gw untuk bisa lanjut kuliah di luar negeri. Tapi belum kesampaian.

Hebatnya hal ini tidak membuatnya sedih dan putus asa. Meskipun usianya beberapa tahun lebih muda dari gw, dia menghadapi kegagalan demi kegagalan yang diterima dengan sangat dewasa. Sesekali mungkin dia menumpahkan tangisnya, tapi itu ngak pernah membuat dia berhenti mencoba. Gw yakin, tidak butuh waktu lama lagi bagi dia untuk bisa mencapai mimpinya. Insyaallah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s