APLIKASI VISA INDIA DARI THAILAND

Di sini gw mau mengakui kalau gw adalah orang yang tidak teroganisir. Tidak jarang banyak aktivitas gw yang terkesan impulsif, termasuk rencana berkunjung ke India. Untuk masuk India, setiap warga negara Indonesia harus punya visa. Kalau melihat tujuan gw, visa yang bisa gw ajukan adalah berupa visa turis atau Visa on Arrival (VoA).

Dikarenakan gw mau tinggal lebih dari 30 hari di India, maka bulatlah tekad untuk bikin visa turis. Selain karena alasan jangka waktu, visa turis lebih murah ketimbang VoA. Untuk visa turis sekaligus biaya agen biaya yang harus dikeluarkan setara US$ 70, sementara VoA US$ 60.

Gw ajukan visa sekitar akhir Mei 2014. Saat itu, posisi gw masih di Thailand. Persyaratan untuk pengajuan visa untuk mereka yang bukan penduduk Thailand adalah sebagai berikut;

  1. Melengkapi form aplikasi online di sini.
  2. Dua foto berwarna terbaru dengan ukuran 2”x2”
  3. Kopi paspor dan bukti visa Thailand (atau stempel masuk serta departure card)
  4. Surat referensi yang menyatakan bukan penduduk Thailand. Form bisa diminta di kantor Indian Visa and Passport Application Centre (yang dikelola oleh IVS GLOBAL Pvt Ltd)
  5. Bukti pemesanan tiket penerbangan keluar India
  6. Bukti reservasi hotel
  7. Bagi warga negara Afghanistan, Tiongkok, Iran, Iraq, Sudan, Pakistan, Bangladesh, juga mereka yang mereka keturunan Bangladesh ataupun Pakistan yang tinggal di luar negeri, harus memiliki jeda dua bulan sebelum kembali masuk India berikutnya.

Sebelum mengajukan aplikasi, seperti biasa gw baca-baca pengalaman orang. Banyak cerita orang asing yang mengajukan aplikasi visa India di Thailand. Rupanya cukup Thailand menjadi pusat aplikasi para pejalan di Asia bila ingin mendapatkan visa India, soalnya tidak semua kedutaan India di kawasan Asia Tenggara memberikan visa bagi orang asing.

Berdasarkan hasil pencarian gw, akhirnya diputuskanlah untuk mengajukan aplikasi di Bangkok. Sebenarnya aplikasi visa bisa juga dilakukan di Chiang Mai, tetapi berdasarkan pengalaman banyak orang Konsulat Jenderal India di Chiang Mai hanya memberikan visa turis untuk tiga bulan, sementara kedutaan di Bangkok bisa memberikan enam bulan visa.

Sewaktu isi formulir online gw sempet bingung, karena pertanyaannya sangat detil. Iyalah, pertanyaan visa emang detil. Tetapi untuk yang satu ini, menurut gw agak berlebihan. Soalnya ditanyakan agama dan nama orang tua serta apakah mereka merupakan keturunan Pakistan dan Afghanistan atau tidak.

Setelah pengisian formulir rampung, semua persyaratan di bawa ke kantor IVS Global di 253 Asoke 22nd floor. Sukumvhit, Soi  21, Bangkok. Lokasi gedung berseberangan dengan Rumah Sakit Mata Rutnin. Jika semuanya berjalan lancar dalam kurun waktu seminggu kita akan mendapatkan hasil aplikasi visa.

Menunggu kepastian visa bikin perut gw melilit. Akhirnya, setelah seminggu berlalu gw mendapatkan pesan pendek kalau paspor bisa diambil. Sepanjang perjalanan ke kantor agen, gw agak sedikit limbung. Gw khawatir status pengangguran gw bisa bikin aplikasi ditolak. Selain itu, gara-gara kebodohan gw yang mencantumkan “wartawan” sebagai pekerjaan di paspor bisa membuat aplikasi gw ditolak dan diarahkan untuk mengajukan visa jurnalis. Dan, sekadar info saja, untuk dapat visa jurnalis itu susahnya minta ampun.

Ternyata limbung tersebut merupakan petanda. Saat gw buka paspor, ternyata sudah ada label visa India. Akhirnya gw diperbolehkan masuk negara itu, tetapi sewaktu gw perhatiin bener-bener ternyata cuma bisa tinggal selama 90 hari. Bukan cuma gw yang berjengit dengan jumlah hari izin tinggal tersebut, karena banyak turis lain yang mengajukan visa untuk enam bulan dengan multiple entry, tetapo hanya mendapat tiga bulan dengan single entry.

“Turis hanya dapat tiga bulan, kalau mau dapat enam bulan harus ajukan aplikasi di negara asal,” jelas petugas agen visa.

Perlu diingat, visa tiga itu berlaku sejak visa diberikan, jadi kalau mau tinggal lama-lama di India, begitu sudah dapat hasil visa harus langsung berangkat ke India.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s