[WHV] Trik Terhindar Dari Penipuan Kerja di Australia

Tulisan ini saya tujukan untuk para calon pengelana di Australia dengan program Work and Holiday Visa (WHV). Bagi kalian yang baru akan berangkat, selamat yah setidaknya kalian punya peluang untuk menikmati WHV selama dua tahun. Sayangnya, nasib saya tidak terlalu mujur, cuma dapat satu tahun. Dulu sempat berpikir walau cuma setahun tetap harus disyukuri karena untuk mendapatkan WHV tahun kedua ada persyaratan yang perlu dipenuhi.

Sebelum lebih jauh, mari samakan persepsi dulu. Kita sebagai orang Indonesia masuk ke dalam WHV subclass 462, ada beberapa negara lain yang masuk ke katagori yg sama. Selain itu, ada juga WHV subclass 417 (lengkapnya di sini). Intinya sih kedua visa ini memperbolehkan pemegangnya untuk bekerja, berlibur, dan atau belajar di Australia dengan syarat dan ketentuan tertentu selama setahun. Lalu kenapa ada dua subclass? Nah, bagi mereka yang mendapatkan subclass 417, mereka berkesempatan untuk mendapatkan WHV tahun kedua, asalkan bekerja di sektor dan regional tertentu (biasanya disebut 88 days of regional work).

UPDATE: Informasi per 19 November 2016, pemegang sub class 462 juga berhak atas visa tahun kedua. Keterangan lebih lengkapnya bisa dilihat di sini.

Persyaratan 88 days of regional work itulah yang buat saya merasa bersyukur memegang WHV subclass 462. Kenapa gitu? saya enggak mesti pusing milih-milih kerjaan dimanapun. Saya bebas. Enggak kebayang kalau saya harus mikirin 88 days of regional work, soalnya banyak bisnis tipu-tipu yang memanfaatkan para working holiday maker. Saya sendiri sih enggak pernah kena tipu, tapi sering dengar cerita dari para teman pemegang WHV 417 betapa menyebalkannya mafia yang mengincar para pemegang WHV.

Nah, karena ada kemungkinan WHV 462 menjadi dua tahun, saya mau berbagi pengalaman supaya teman-teman enggak kena tipu oleh para mafia. Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya menjalani WHV pada Oktober 2014-Oktober 2015.

P1110538
semakin menjauh dai kategori jemari cantik

Sepengamatan saya banyak pemegang WHV 417 yang agak “frustasi” mencari regional work dan ujung-ujungnya mereka terjebak ke rumah para mafia yang menawarkan pekerjaan di perkebunan. Scam di industri ini paling sering saya dengar, mungkin karena jumlah working holiday maker di sektor ini lebih banyak ketimbang yang lainnya. Ada beberapa sektor yang bisa dipilih para working holiday maker untuk menuntaskan persyaratan, antara lain: konstruksi, perkebunan, pertambangan, pengolahan daging, apa lagi ya? Lupa euy. Tetapi entah kenapa sektor perkebunan yang paling sering dilirik. Menurut saya itulah sumber masalahnya, jumlah peminat yang banyak itu menjadikannya ladang basah bagi para mafia menjaring mangsa.

Siapa saja yang dimaksud mafia?

Contoh yang saya berikan hanya dari sektor perkebunan ya, karena mayoritas waktu kerja saya di Australia di sektor ini.

  • kontraktor yang menjanjikan pekerjaan
  • working hostel lazim juga disebut backpackers hostel. Kedua istilah itu merujuk pada tempat tinggal sewaan yang menyediakan pekerjaan bagi siapa yang menginap di situ.

Seburuk apa, sih, kelakuan mafia-mafia itu?

  • membayar upah pekerjaan di bawah standar minimum.
  • memaksa kalian untuk tinggal di akomodasi yang mereka punya dengan harga sewa selangit dengan kualitas yang (kadang) melantai. Kalau enggak mau tinggal, jangan harap kalian bisa terus bekerja.
  • waktu kerja yang sedikit dalam seminggu. Enggak sedikit yang ujung-ujungnya berhutang pada kontraktor atau working hostel krn penghasilan yang sedikit bikin sulit bayar akomodasi.
  • mencatut upah. Pengalaman seorang teman, upahnya selalu dicatut pemilik hostel karena pemilik kebun memberikan upah tidak langsung kepada pekerja. Teman bilang seharusnya dia mendapatkan upah $18 per jam tetapi cuma mengantongi $15 per jam.
  • eksploitasi seksual. Satu ini, sih, ekstrim banget. Seorang teman pernah dapat tawaran untuk “bobo” bareng dan setelahnya dia tidak perlu khawatir untuk urusan kerja. Sekali bobo dianggap sudah kerja sehari.

Sometime at work #merantau2014 #australia #whv

A post shared by Efi Yanuar (@efi.yanuar) on

Terus gimana, dong, biar bisa terhindar dari tindakan mengerikan tersebut?

  • rajin mantau grup yang berkaitan dengan WHV. Selain grup WHV Indonesia di facebook bisa juga gabung di grup Australia Backpackers atau Backpackers Jobs in Australia. Banyak yang sering berbagi soal mafia mana saja yang patut diwaspadai. Mafia perkebunan terutama. Kalau kalian dapat pekerjaan dari seseorang, coba lempar ke forum detil pemberi kerja, siapa tahu ada yang punya pengalaman. Mencari tahu riwayat calon pemberi kerja itu wajib sebelum mulai bekerja.
  • sebisa mungkin hindari kontraktor atau working hostel. Usahakan langsung berhubungan langsung dengan pemilik tempat kerja. Hal ini menguntungkan karena gaji kita enggak bakal dicatut. Saya punya pengalaman sekali mendapatkan pekerjaan dari working hostel, karena biaya sewa terlalu mahal saya cari tempat tinggal sendiri. Kenapa saya berani? Karena gaji saya langsung masuk ke rekening pribadi enggak ada perantara. Kebetulan tempat kerja saya merupakan perusahaan besar, jadi pihak working hostel enggak ada kuasa untuk mengancam saya enggak bisa kerja di perusahaan itu.
  • Oh iya, jangan naif ya. Jangan anggap kalo ketemu kontraktor dari satu negara yang sama akan beda nasibnya. Selalu curiga kadang pentinf juga apalagi berhubungan sama duit.
  • cari pekerjaan yang mau bayar per jam. Di Australia pengupahan ditentukan oleh dua cara, per jam atau per kontrak. Saya lebih suka dibayar per jam karena saya termasuk lambat dan jenis pengupahan ini bikin saya tenang karena enggak perlu gerak cepat. Berbeda dengan kerja kontrak, pengupahan berdasarkan hasil akhir kita dalam sehari. Misal bekerja metik jeruk, ditentukanlah kalau satu bin yang bisa diisi jeruk yang berat totalnya sampai 200-an kg dihargai 30AUD. Kalau dalam sehari cuma bisa menuhin satu bin ya penghasilan hari itu cuma 30AUD, kalau mau lebih ya harus kerja lebih cepat lagi.

Menurut saya, untuk kali pertama kerja di kebun ada baiknya meminta bayaran per jam. Tetapi kalau kalian pikir kalian cukup cekatan enggak masalah juga ambil pekerjaan kontrak karena mungkin upah yang didapat bisa lebih besar. Oh iya, untuk standar minimum upah dibidang perkebunan (saya pukul rata) sekitar $17,xx per jam dan juga ada tambahan Superannuation (semacam duit pensiun yg dikontribusikan oleh perusahaan). Nah, kalau ada yang mau nawarin di bawah rate tersebut, harap berhati-hati.

Hal lain yang perlu diingat, besaran upah di Australia akan berbeda tergantung jumlah jam dan hari kerja. Berdasarkan pengalaman pribadi, dengan status sebagai pekerja kasual sy berhak atas 38 jam kerja per minggu. Jika saya bekerja lebih dari batas tersebut, upah per jam saya menjadi 1,5 kali lipat untuk tiap kelebihan jam (overtime pay).

Misal, saya bekerja 40 jam dalam satu minggu, untuk 38 jam saya mendapat upah normal, sedangkan dua jam sisanya saya mendapat upah 1,5 kali dari normal untuk tiap jamnya. Pun demikian untuk upah bayaran pada akhir pekan. Setiap Sabtu dan Minggu upah saya bisa sampai dua kali lipat dari hari biasa.

  • hidup di Australia enggak murah jadi jangan mau dibayar murah. “Enggak apa-apa deh dibayar murah juga asal kerja”. Kalimat itu pernah jadi pegangan saya waktu awal-awal bertahan hidup. Saya pernah nrimo dapet upah cuma $40 setelah bekerja delapan jam dalam sehari. Kalau dikonversi ke rupiah upah saya jadi menarik, tetapi untuk Australia jumlah tersebut enggak ada apa-apanya. Kalau cuma sebentar emang enggak masalah karena hitung-hitung nambah pengalaman, tapi kalo kelamaan justru kita membiarkan diri sendiri dieksploitasi.

Seenggaknya untuk delapan jam kerja per hari kita harus mengantongi lebih dari $130. Percaya deh, banyak banget perkebunan di Australia yang ngasih upah layak, jadi kalau kalian merasa upah terlampau kecil dibanding tenaga yang dikeluarkan, silakan mundur teratur dan cari pekerjaan baru yang lebih baik.

  • umumnya pekerjaan perkebunan ramai menyerap tenaga kerja saat musim panas tiba. Banyak hasil pertanian musiman yang siap dipanen. Kalau kalian mantengin situs macam gumtree pasti banyak yang bakal nawarin pekerjaan yang nampak menggiurkan. Sebelum melamar ada baiknya cari tahu benar-benar siapa si pengiklan dan juga lokasi perkebunan.

Sekali lagi jangan naif dan bilang “kerja dimana aja deh yang penting kerja!”. Australia luasnya minta ampun, dan lokasi perkebunan bisa jadi di antah berantah yang akses kendaraan umumnya minim. Pertimbangkan bujet transportasi supaya enggak kehabisan duit. Kalau sampe, amit-amit, ternyata kena scam di perkebunan yang entah di mana itu masih punya duit untuk balik ke kota.

  • jangan bayar dimuka untuk mendapatkan pekerjaan. Silakan lambaikan tangan kalau ada yang memibta duitsebagai jaminan untuk mengamankan pekerjaan.

***

Banyak yang bilang kerja di Australia berat. Saya percaya dengan pernyataan itu, karena saat di Jakarta saya kebanyakan bekerja di dalam ruang, eh, pas sampai sini saya harus bekerja di luar ruang dan sangat menguras energi dan dan fisik. Maka dari itu determinasi itu penting.

Pernah seorang teman bercerita kalau dia mendapat pekerjaan yang cukup parah, memetik jeruk yang pohonnya cukup tinggi. Penghasilan dia per hari enggak seberapa, tetapi dia coba bertahan selama seminggu dan terus berusaha bekerja cepat karena dia dibayar per kontrak. Usaha dia enggak sia-sia supervisor suka dengan etos kerja si teman dan minggu berikutnya dia mendapatkan upah per jam dan dipindahkan ke bagian pengepakan yang artinya tidak harus berpanas-panasan lagi.

Oke selesai sudah sesi berbagi pengalaman dari saya. Pastinya tidak menyeluruh karena saya tidak tahu kondisi di sektor lain. Sekali lagi selamat untuk peluang WHV tahun kedua. Selamat berjuang!!!

Cheers!

Iklan

10 Replies to “[WHV] Trik Terhindar Dari Penipuan Kerja di Australia”

  1. Ada info tentang employee agencies in Canada. Bagaimana cara mengetahui mefeka Fake.

    Thanks for the information.

    1. Hi mas Julkifli,,,

      kalau untuk Kanada saya enggak punya pengalaman. Mungkin salah satu caranya untuk tahu resmi ata tidaknya sebuah agen ya dengan cara googling masukan nama agen plus nomor telpon juga kata kunci “scam”. Siapa tahu membantu.

  2. Uni efi, saya rencana mau apply whv tahun depan.. mau nnya2 nih ya uni.. Saya kan berjilbab, kira2 orang australia ttp mau mmberikan pekerjaan gak ya ke saya? makasih uni efi 😊

  3. Terimakasih uni efi. Informasinya sangaaat bermanfaat buat saya… sekiranya saya tahu..krna saya ingin bekerja di australia. Untuk ngubah ekonomi keluarga saya…

  4. Waah saya kok ditawarinnya hy diupah 13$/hour di salah satu perkebunan adelaide.. dr pt.panji perkasa disukabumi. Biaya pengurusan semua total 55 jt sdh termasuk briging visa kerja.

    1. Silakan dicek lagi upah minimum di regional tersebut. kalau menurut saya sih angka segitu di bawah ketentuan.

      Untuk ketentuan dari agen dan sebagainya saya kurang paham deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s