Makan Enak

Sebagai tukang makan saya bersyukur bisa selalu menikmati makanan apa saja yang ada di depan mata. Ketika di India saya tidak pernah bosan makan kari. Eh,,, tapi jangan salah ya kari India tidak melulu “berat” seperti yang dibayangkan. Pokoknya enaklah.

Saya selalu suka memanjakan lidah dengan jenis makanan baru. Pun saya tidak sungkan untuk sekadar melihat proses pembuatan masakan lokal. Suatu hari tuan rumah saya mengajak saya untuk melihat proses pembuatan nasi biriyani. Saya pun tidak menolak. Selain dapat belajar siapa tahu dapat mencicip penganan khas yang lezat itu.

Sang juru masak saat itu adalah Vava (baca: Wawa). Lelaki bertubuh tambun tersebut ternyata terkenal karena kehandalannya mengolah makanan. Seluruh penduduk Josegiri, tempat saya tinggal saat itu, sudah mahfum akan kehebatannya. Bahkan Vava selalu menjadi tukang masak andalan jika ada resepsi di desa. Bapak dua anak ini juga sering bepergian dengan rombongan tur wisata untuk menjadi juru masak selama perjalanan. Pekerjaan yang menurutnya memberikan dia bayaran yang cukup menarik sebesar INR 500 atau sekitar Rp 200 ribu per hari.

Oke kembali ke urusan memasak. Maaf saya lupa resepnya, gara-gara keasikan memperhatikan Vava masak sambil enggak sabar menunggu nasi biriyani matang. Karena banyak rempah yang dipakai maka saat makanan ini matang, waaaaaah aroma semerbaknya menguap di seluruh dapur. Selain itu, panjangnya proses pematangan membuat daging sapinya pun empuk dan lembut.

Vava dengan bangga selalu bilang kalau dia adalah “the best!” untuk urusan masak-memasak. Keandalannya boleh diadu dari tingkat desa, negara bagian, hingga tingkat nasional, karena dia mengaku sebagai koki paling hebat seantero India. Saya mah percaya, soalnya saya selalu makan dua porsi masakan buatan Vava.

Iklan

4 Replies to “Makan Enak”

  1. Hahhaha, gimana ini pengen tau masakannya kalau ga ada resepnya 😀 Btw, gw juga disini gitu, suka iseng nanyain gimana cara bikin masakan lokal, tapi udah dijelasin juga lupa lagi >,<

    1. Hahaha… Anaknya pelupa ih gw. Dan waktu ngeliat mereka masak mikirnya “ah gampil kalo gitu doang mah!” Padahal kalo disuruh reka ulang jadinya kagok. :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s