Merantau Bagian Dua

Tanpa iringan lagu “Leaving On a Jet Plane” tas saya sudah tertata rapi. Hati masih setengah hati meninggalkan rumah, saya berusaha untuk tidak mundur. Keputusan sudah dibuat. Merantau pun kembali dijalankan. Saya berangkat. Sampai bertemu lagi wahai rumah.

Berbeda dengan keberangkatan sebelumnya, kali ini banyak pikiran yang menggantung di kepala. Dulu saya merasa bebas dan tahu akan kembali. Sekarang, pertanyaan yang tidak saya tahu jawabannya kembali bergulir. Meskipun tidak tahu kapan, saya ingin pulang. Entah kapan.
Keraguan sempat menghampiri, haruskah saya terus melangkah dan sejenak tidak bersama keluarga. Di sisi lain, rayuan tanah asing terus memanggil. Tergoda, dan pergilah saya.

Pergumulan di dalam hati cukup membuat saya merana. Seakan tidak ada jalan keluar, pertanyaan yang saya ajukan malah seperti memojokan diri sendiri. Apakah saya mengorbankan sesuatu untuk yang lain? Apakah saya egois? Apakah saya keras kepala?

Banyak yang bilang lakukanlah apa yang menurutmu baik. Sayangnya apa yang saya anggap baik terkadang berbenturan dengan kondisi lingkungan. Kembali pertanyaan memojokan datang, apakah saya mengorbankan sesuatu untuk yang lain? Apakah saya egois? Apakah saya keras kepala?

Tulisan ini saya buat selagi pesawat bersiap lepas landas. Masih setengah hati. Semoga semesta kembali mendukung saya dan orang-orang tersayang. Semoga segalanya akan baik-baik saja. Yang terjadi, terjadilah. ¡Que sera sera!

Sampai jumpa Indonesia, tanah airku. Kita akan bertemu kembali. Percayalah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s