Ulasan Buku: Backpackneymoon

backpackneymoon-cover-400
sumber

Judul: Backpackneymoon

Penulis: Susan Natalia Poskitt

Penerbit: B First (PT Bentang Pustaka)

Cetakan: April 2016

Jangan beli buku ini jika ingin mendapatkan cerita romansa bulan madu pasangan baru menikah. Sedikit sekali bumbu cinta-cintaan tertulis di buku setebal 217 halaman ini.

Ketertarikan saya membeli buku ini gara-gara menjadi rekomendasi aplikasi Google Play Book saat membaca sample saya tersadar kalau penulis adalah Susan yang akun Instagram @pergidulu sudah lama saya ikuti. Dikarenakan selalu puas dengan gambar yang tertera di akun tersebut, saya pun memiliki ekspektasi yang sama akan buku ini.

Buku ini dimulai dengan cerita “How did we meet?” yang berisi tentang pertemuan Susan dan suami, Adam. Dua pejalan akut ini akhirnya menjalin biduk rumah tangga dan memutuskan untuk merayakan pernikahan itu dengan berbulan madu layaknya pasangan lain. Pasangan ini memiliki gaya tipe “ransel” atau “backpacker”. Backpacker bukan cuma merujuk pada benda yang dipakai tetapi juga termasuk gaya menekan pengeluaran selama berjalan-jalan.

Berbulan madu tidak menjadikan mereka meninggalkan ransel dan beralih ke koper. Maka dari itu terciptalah kata backpackneymoon untuk merujuk pada kegiatan plesir bulan madu pasangan ini.

Sebenarnya saya membeli buku ini dengan harapan akan ada “drama” antara Susan dan Adam. Bepergian dalam waktu panjang dengan pasangan sendiri belum tentu bebas dari selisih paham. Nah, drama seperti itu lah yang saya harapkan. Niatnya sih ingin belajar supaya saat nanti bepergian dengan siapapun saya bisa menekan ego supaya suasana perjalanan menyenangkan. Sayangnya harapan saya tidak terkabul. Sampai akhir halaman sepertinya hanya ada satu drama dan itupun terjadi di awal perjalanan.

Susan dengan baik mengisahkan perjalanannya dengan Adam selama hampir dua bulan di Selandia Baru dan Australia. Cara bertuturnya tidak membosankan dan membuat saya tertarik untuk terus lanjut membaca. Tetapi sayangnya tema yang diangkat tidak begitu menarik buat saya. Membaca halaman-halaman pertama buku ini sebenarnya agak membosankan.

Selain menggunakan ransel, prinsip backpacking Susan dan Adam adalah juga dengan mengendari camper van. Susan sangat informatif tentang camper van. Tentunya sangat berguna bagi yang ingin menggunakan camper van untuk berkeliling Selandia Baru dan Australia. Tetapi saking detilnya saya langsung melewati bagian tersebut.

Masuk ke bagian inti dari buku, On The Road, saya kembali antusias, soalnya membahas tentang tempat-tempat menarik yang dikunjungi Adam dan Susan. Lagi-lagi dengan detil Susan menjelaskan lokasi apa saja yang dikunjungi bagaimana sampai di sana. Tidak lupa ia merinci setiap pengeluaran terkait makan, bensin, akomodasi serta pengeluaran tak terduga. Tidak lupa penulis menyarankan sejumlah rute yang dapat disesuaikan dengan jumlah waktu yang dimiliki pejalan lain.

Sayangnya antusiasme saya terhadap bab ini tidak terlalu tahan lama gara-gara penjelasan menyoal tempat yang mereka kunjungi terlalu singkat. Meski demikian Susan sangat ciamik dalam mengolah data. Maksud saya, ia tidak hanya menceritakan apa yang dia alami tetapi juga menambahkan informasi pelengkap tentang tempat yang ia datangi, seperti ketika ia mengunjungi tempat pencukuran domba dan ia menceritakan tentang Shrek si domba yang hilang.

Backpackneymoon pasangan ini berlangsung 34 hari di Selandia Baru dan 18 hari di Australia. Perjalanan yang panjang itu dilakukan tanpa rencana perjalanan yang ketat. Mereka hanya menentukan tujuan walaupun terkadang mereka sering melipir. Dengan prinsip go with the flow Susan dan Adam pun sering mendapatkan kejutan seperti saat mereka mampir ke Curio Bay di Selandia Baru yang sebenarnya tidak masuk tujuan justru mereka menemukan pinguin mata kuning yang baru keluar dari pantai.

Secara keseluruhan bagi saya judul dan taglinetraveling with the one you love” tidak merepresentasikan keseluruhan isi buku. Tanpa mengecilkan pengalaman bulan madu Susan dan Adam, sepertinya buku ini tidak berbeda dengan panduan perjalanan pada umumnya. Buku ini bisa menjadi pegangan untuk perjalanan untuk waktu yang panjang baik mereka yang suka bepergian sendiri, dengan teman, dan atau bersama pasangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s