Mudahnya Mengurus Visa Turis Thailand

Gara-gara fitur “memory” yang ada di Facebook, saya diingatkan akan kejadian dua tahun lalu saat harus keluar masuk Thailand saat masa kudeta militer. Ceritanya ada di sini. Tetapi sekarang saya tidak mau cerita soal yang sama, tetapi bagaimana cara mengajukan visa turis ke Thailand dari Viantiane.

Thailand memang sebuah surga dunia. Berkeliling negeri siam ini memang tidak cukup waktu sebentar. Maka dari itu banyak yang melakukan perpanjangan masa tinggal dengan visa run. Gambaran gampangnya adalah kita keluar dari negara terebut dan kembali lagi setelah beberapa hari.

Mengetahui banyak yang memanfaatkan celah tersebut, pemerintah Thailand membatasi visa run hanya boleh dilakukan satu kali. Saya yang sudah kadung menyebrang ke Laos dan kembali ke Thailand pada hari yang sama mau tidak mau saat masa tinggal habis tetapi masih ingin berlama-lama di Thailand saya harus mengurus visa turis.

#wat #ayutthaya #temple #thailand #reflection

A post shared by Efi Yanuar (@efi.yanuar) on

Pada pertengahan 2014 itu saya berada di Chiang Dao, sekitar satu jam perjalanan dengan bus dari Chiang Mai. Guna mendapatkan visa turis pilihan terdekat adalah pergi ke Viantiane, ibu kota Laos. Kenapa bukan Myanmar yang perbatasaannya lebih dekat dengan posisi saya saat itu? Karena saat itu masih simpang siur apakah pemegang paspor Indonesia bisa masuk Myanmar tanpa visa.

Berbekal informasi dari beberapa blog, ternyata pengajuan visa turis di Viatiane cukup mudah dan cepat. Yang dibutuhkan hanya paspor dengan dua halaman kosong dan masa berlaku tidak kurang dari enam bulan, dua foto ukuran 3,5×4,5 cm berwarna, dan mengisi formulir yang bisa diunduh di sini. Prosesnya pun hanya memakan waktu satu hari kerja.

***

Sekitar pukul enam sore bus yang akan mengantarkan saya dari Chiang Mai ke Nong Khai, kota  di Thailand terdekat yang berbatasan dengan Laos, melaju. Saya lupa bus apa yang saya tumpangi, cuma ingat kisaran ongkos sekitar 600 THB untuk perjalanan hampir 12 jam. Jangan lupa membawa jaket tebal untuk mengantisipasi dinginnya pendingin ruangan di dalam bus, selimut yang disediakan tidak cukup hangat.

Saya diturunkan di sebuah pusat perbelanjaan sekitar pukul lima pagi. Dengan tergagap saya bilang ke pramugra bus kalau tujuan saya adalah perbatasan Laos. Si pramugara menjelaskan sesuatu dan saya hanya menangkap kata “van…van…”. Rupanya di pemberhentian tersebut sudah ada van yang siap mengantar mereka yang ke perbatasan. Saya pun kembali duduk manis di dalam van setelah membayar 20 THB.

Tanpa halangan saya sampai di teritori Laos. Supir tuk-tuk langsung mengerubungi dan langsung menawarkan jasa antar ke kedutaan Thailand di Viantiane. Sepertinya mereka lazim bertemu dengan para pejuang visa run.

Sesampainya di kedutaan. Saya melihat sudah banyak pejalan yang duduk mengantri. Saya mengambil nomor antrian dan tidak perlu waktu lama sampai nomor saya dipanggil. Saya sempat berdebat dengan petugas penerima aplikasi. Dalam formulir pengajuan saya mencontreng “transit” bukan “turis”. Si petugas bilang kalau mau visa transit saya harus menunjukan bukti booking penerbangan keluar dari Thailand. Alasan saya memilih visa transit adalah harganya yang lebih murah 200 THB dibanding visa turis. Ketimbang ribet saya pun mengganti jenis visa yang saya ajukan menjadi visa turis dan merogoh kocek sampai 1.000 THB.

Waktu operasional penerimaan aplikasi adalah pukul 8.30-11.30. Paspor dapat diambil keesokan hari setelah pukul 1.30 sampai 3.30. Cepat kan?

Sembari menunggu proses pembuatan visa, sayapun menghabiskan malam di Viantiane. Menghabiskan di sini saya isi hanya dengan tidur. Rupanya saya kelelahan karena perjalanan panjang dan dingin semalam suntuk. Selain itu, cuaca Viantiane yang sangat tidak bersahabat saking panasnya membuat saya memilih untuk mendekam di kamar yang sejuk.

Keesokan harinya setelah makan siang, kembali saya mengantri untuk mengambil paspor. Saat saya periksa, sudah ada stiker visa turis yang berlaku 60 hari. Saat itu juga saya langsung balik badan ke perbatasan untuk kembali ke Thailand. Kamu pikir saya aneh? enggak juga kok, karena banyak yang bertindak seperti saya tidak mau berlama-lama di Laos dan langsung kembali ke Thailand begitu sudah mendapatkan visa.

Oh Thailand here I come again!

Iklan

4 Replies to “Mudahnya Mengurus Visa Turis Thailand”

  1. hallo… ke thailand kan dapat 30 hari bebas visa. Nah kalo tinggal di thai selama 20 hari trus keluar ke kamboja ato vietnam dan balik lagi ke thailand, dapat 30 hari free visa lagi gak ya? atau cuma sisa free visa yg kita dapat sebelumnya?. Thanks 🙂

    1. Hi, iya betul dapat 30 hari. Kalau skenarionya seperti di atas tergantung masuk Thailand lewat jalur darat atau udara. Kalau lewat darat cuma 15 hari sementara udara 30 hari. Hope it helps.

  2. ah thanks a lot replynya.. rencana pengen tinggal lebih dari 1 bulan di thailand tanpa harus urus visa :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s