Keuntungan Berbahasa Spanyol

Medio 2010 saya pernah mengikuti kelas bahasa spanyol. Alasan belajar bahasa tersebut ada dua; satu,bosan karena tiap hari bekerja dan butuh ilmu baru untuk dikuasai. Dua, saya tergila-gila pada petenis asal Spanyol, Rafael Nadal. Harapannya kalau bertemu si señor saya bisa akrab mengobrol menggunakan bahasa ibunya. Amin.

Bagi saya saat itu belajar bahasa spanyol hanya sebagai ajang penyegaran rutinitas. Dapat nilai bagus ya kece, kalau jelek ya mau diapakan? Saya tidak terlalu heboh mencari tahu ini itu soal negara-negara berbahasa spanyol. Tidak juga bermimpi bisa jalan-jalan ke negara tersebut. Intinya saya cuek. Bahkan saat guru saya bilang kalau penutur asli bahasa spanyol merupakan terbanyak kedua di dunia saya biasa aja. “Apa istimewanya?” Pikir saya saat itu.

Pemikiran itu buru-buru saya hapus dari kepala saat beberapa waktu yang lalu mengikuti acara Ecovida di Kota Manizales, Kolombia. Saya tersadar bahwa bahasa spanyol patut dipertimbangkan untuk dipelajari.

Begini, saat mengikuti workshop dalam rangkaian acara Ecovida saya berpikir kalau saya dan teman perjalan menjadi dua orang non-kolombia satu-satunya. Eh, saya kecele ternyata di ruangan yang sama ada orang Spanyol, Meksiko, Argentina, Italia, dan Chile. Selain saya dan orang Italia, semua yang ada di ruangan workshop berbahasa ibu bahasa spanyol. Si orang Italia ternyata bisa berbahasa spanyol. Saya jadi satu-satunya yang blo’on.

Di tengah-tengah ketidaktahuan itu, saya malah berpikir. Orang-orang Amerika Latin, kecuali Brasil, ini sungguh beruntung karena memiliki bahasa yang dipakai bersama-sama. Dengan kondisi seperti itu maka tidak ada kesulitan berkomunikasi antarwarga berbeda negara. Contohnya acara Ecovida yang berskala nasional dan diadakan di Kolombia juga dihadiri oleh warga negara asing (WNA) dari regional yang sama. WNA tidak mengalami kesulitan untuk mengerti dan menikmati acara tersebut.

Kesamaan bahasa ibu ini pun membuat para warga Amerika Latin bisa saling bertukar informasi. Selama acara kemarin saya sampai merinding membayangkan betapa kayanya informasi yang dibagikan oleh mereka yang berasal dari beberapa negara tersebut.

spanish
sumber

Berdasarkan sensus yang dilakukan Nationalencyklopedin, sebuah ensiklopedia asal Swedia, pada 2007 dan 2010 menunjukan jumlah penutur bahasa spanyol di dunia berada di urutan kedua. Pada 2007 rasio penutur asli bahasa spanyol mencapai 5,85% dari jumlah penduduk dunia, lebih banyak dibanding bahasa inggris yang hanya 5,52%.

Bahasa spanyol sendiri digunakan secara luas di beberapa negara di tiga benua; eropa, afrika, dan juga amerika. Negara-negara tersebut antara lain, Andorra, Gibraltar, juga Amerika Serikat.

Sementara itu, bahasa spanyol merupakan bahasa resmi di negara-negara berikut, Argentina, Kolombia, Republik Dominika, Guatemala, Nicaragua, Peru, Uruguay, Chile, Kosta Rika, Bolivia, Cuba, Ekuador, Equatorial Guinea, El Salvador, Guatemala, Honduras, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Spanyol, Uruguay, dan Venezuela.

Melihat keadaan tersebut saya pun mencoba mengingat apakah hal serupa terjadi di Asia Tenggara. Hampir seluruh negara anggota ASEAN memiliki bahasa nasional masing-masing. Khayalan saya pun menjadi, membayangkan andai saja ada satu bahasa resmi (bukan bahasa inggris, loh, ya!) yang digunakan di kawasan Asia Tenggara. Betapa akan banyaknya informasi yang bisa kita saling bagi dan tujar dengan teman-teman dari negara lain.

Kabarnya sih, bahasa indonesia sedang dipertimbangkan menjadi bahasa resmi di kawasan. Mengingat penuturnya yang tersear di beberapa negara maka diharapkan bahasa tersebut dapat mempererat hubungan negara-negara Asean. Kalau benar-benar terjadi kita bakal sangat beruntung, nih.

 

Iklan

3 Replies to “Keuntungan Berbahasa Spanyol”

  1. Makasih banget sudah berbagi soal ini. Selama ini saya kepikirannya cuma pengen nambah belajar bahasa Prancis atau Jerman. Tapi bahasa Jerman, mulai saya coret karena penuturnya sedikit, dan pas belajar permulaan langsung puyeng dengan grammarnya yang luar biasa susah. Jadi sekarang mempertimbangkan untuk bahasa satu ini ….

    1. Cobain Bang.
      Menurut saya sih, bahasa spanyol luwes banget. Saya pernah belajar bahasa belanda juga (beda sih ya sama bahasa jerman) dan itu susah banget, gramatikanya kaku dibanding bahasa spanyol.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s