[WHV] Cara Cari Kerja di Australia

Kalau ditanya susah atau tidak mendapat pekejaan di Australia jelas-jelas sampai sekarang tidak bisa menjawab secara tegas. Paling banter cuma bisa jawab “tergantung rejeki”. Biasanya yang bertanya tidak akan puas.

Berkaca pada pengalaman sendiri saat WHV saya langsung mendapatkan pekerjaan pada hari keempat setelah menjajaki negeri terbesar di selatan di khatulistiwa itu. Yah, walau bukan merupakan sebuah pekerjaan yang membanggakan, tetapi terbukti memberikan kepercayaan bahwa ada banyak pekerjaan yang bisa dijajal di Australia

Baca juga cerita  pengalaman kerja pertama di Sydney

Baiklah, karena berbagi adalah tanda saling menyayangi. Maka saya akan bagikan cara saya mendapat pekerjaan selama di Australia.

Berteman Dengan Situs Gumtree

Pekerjaan pertama di Sydney saya tahu dari situs www.gumtree.com.au. Situs ini seperti kantong ajaib milik Doraemon. Tinggal memasukan kata kunci di kasa pembesar maka kita akan menemukan hasil pencarian. Memang di dalam situs ini banyak sekali aktivitas seperti jual beli, tawaran perjalanan, juga pekerjaan. Dari situs ini pula saya mendapatkan pencerahan untuk melangkah ke kota Young, NSW, karena suatu kali ada seorang kontraktor menawarkan pekerjaan memetik cherry di kota tersebut.

Tips 1: pastikan sudah tahu apa yang ingin dicari di Gumtree. Misal untuk mencari pekerjaan jumlahnya banyak sekali, maka memasukan kata kunci “bakery“, “country pub”,road house“, “picker”, “painter”, “garden”, dan lain sebagainya akan menyusutkan jumlah hasil pencarian. Hal itu tentunya akan memudahkan kita untuk mencari pekerjaan yang diinginkan. Pencarian pun bisa dikerucutkan berdasarkan lokasi. Situs ini tergolong mudah untuk digunakan jadi tidak usah merasa gaptek.

Tips 2: Selain untuk mencari sumber nafkah, Gumtree juga memungkinkan kita untuk “menjual diri”. Saya pernah memasukan iklan menawarkan jasa membersihkan rumah tinggal. Upah per jam jasa saya serta minimal lama pekerjaan pun saya cantumkan. Trik ini cukup berguna.

TIps 3: cek juga situs serupa seperti Airtasker dan iseek.

Bergabung Grup “Backpacker Jobs Australia”

Intinya situs ini memberikan fasilitas yang sama seperti Gumtree. Mereka yang butuh tenaga kerja dan juga mencari pekerjaan bisa membuat post yang dibaca oleh ribuan anggota. Selain itu, situs ini pun cukup membantu kita untuk mengecek keamanan rekam jejak tempat bekerja. Sering kali para pejalan akan memberikan informasi bila mereka menemui pemberi pekerjaan atau boss yang tidak baik. Sudah tentu langkah ini akan memberikan pertimbangan tambahan bagi pejalan lain jika mendapatkan pekerjaan dari tempat yang sama.

Menginap di Working Hostel

Seperti namanya working hostel adalah tempat di mana kita bisa bekerja. Bukan cuma bekerja di hostel, tetapi kita bisa mendapatkan pekerjaan apa saja. Suatu kali saya tinggal di working hostel sekitar Sydne di papan pengumuman hostel tersebut berjejer lowongan pekerjaan buat siapapun yang berminat. Selain sistem pasang pengumuman, di beberapa hostel lain memiliki skema manajemen hostel yang akan memberikan pekerjaan pada kita karena mereka yang mendapat mandat langsung dari pemilik pekerjaan.

Contoh kasus working hostel di daerah Griffith mereka akan menerima banyak tawaran pekerjaan dari pemilik kebun, nah manajemen hostel lah yang akan mencari tahu siapa saja yang menginap di tempatnya yang bisa dipekerjakan. Intinya, sih, hostel menjadi perpanjangan tangan para pemilik kebun.

Suatu kali saat saya mendatangi sebuah kebun dan bertanya pada pemiliknya apakah mereka membutuhkan tenaga kerja, dia menolak saya dengan halus dan beralasan hanya mempekerjakan pejalan yang tinggal di working hostel rekanannya. Baginya sangat mudah bekerja sama dengan working hostel ketimbang pejalan mandiri yang memiliki kecenderungan berhenti kerja setelah bekerja beberapa hari. Kejadian itu akan membuat dirinya pusing mencari pengganti. Sementara itu, jika bekerja sama dengan working hostel ia akan selalu mendapatkan jumlah tenaga kerja sesuai yang dibutuhkan.

Bagi pihak hostel sendiri keuntungannya adalah akomodasi mereka selalu penuh. Lazimnya, sih, kita hanya bisa bertahan di suatu pekerjaan selama tinggal di working hostel. Gara-gara inilah yang kadang bikin kelayakan tempat tinggal hostel terkadang sangat buruk. Biasanya satu kamar bisa diisi oleh setidaknya empat orang. Jangan harap ada privasi, deh, karena terkadang ruang kamarnya tidak terlalu luas.

Saya pribadi tidak suka dengan bisnis working hostel gara-gara sering mendengar cerita tidak menarik dari teman-teman saya. Pernah manajemen hostel mencatut upah kerja teman sebesar AUD 3 per jam, tanpa sepengetahuan teman saya. Padahal teman saya sudah tinggal di akomodasi hostel. Teman saya yang lain pernah merasa tidak nyaman dengan suasana hostel berusaha mencari akomodasi yang lebih memadai. Entah bagaimana ceritanya pihak hostel mengetahui hal tersebut dan mengancam si teman akan kehilangan pekerjaan bila berani pindah akomodasi.

Saya sendiri pernah mendapatkan pekerjaan dari working hostel. Sebelum memulai pekerjaan saya ditawarkan untuk tinggal di rumah khusus disewakan. Saya tidak sempat melihat rumah tersebut karena memperhitungkan jarak rumah dan tempat bekerja yang sampai 40 menit untuk sekali jalan. Sangat tidak ekonomis dari segi biaya dan tidak efektif dari segi waktu. Saya pun memutuskan untuk mencari akomodasi sendiri dan mendapatkan tempat tinggal yang hanya 10 menit berjalan kaki dari tempat kerja.

Ada yang mencap saya tidak adil karena “melanggar” aturan karena memanfaatkan working hostel untuk mendapatkan pekerjaan tetapi tidak menginap di akomodasi mereka. Alasan saya, sih, sederhana saja tawaran akomodasi yang diberikan oleh manajemen hostel tidak sesuai kebutuhan saya. Buat apa nrimo saya bukan “budak” mereka, kok?

Bergaul di Camping Ground

Sama seperti working hostel, camping ground juga merupakan pusat konsentrasi tenaga kerja. Biasanya Hanya saja yang membedakan tidak ada bangunan permanen sebagai tempat tidur. Berdasarkan pengalaman saya menginap di areal perkemahan, tidak sedikit pemilik kebun yang menawarkan pekerjaan kepada para pejalan yang sedang berkemah.

Infomasi soal pekerjaan pun kadang kita dapat dari para pejalan lain. Bersikap luwes dan mau bergaul dengan siapa saja yang ada di area perkemahan akan memberikan kemudahan buat kita mendapatkan pekerjaan. Terkadang saat berkumpul ada saja yang menawarkan pekerjaan di tempat ia bekerja, atau di tempat temannya bekerja. Bahkan tak jarang mereka akan melungsurkan pekerjaan sebelum melanjutkan petualangannya di lokasi lain di Australia.

***

Keempat cara di atas cukup membantu saya ketika harus mencari pekerjaan demi menghidupi diri di Australia. Selama ini, tidak mengecewakan. Semoga nasib baik juga berpihak pada kalian juga, ya.

Iklan