Wolf Creek 2: Pantang Ditonton Sebelum Backpacking di Australia

wolf-creek-2-1920x1200
sumber

Sutradara: Greg McLean

Produser: Helen Leake, Greg McLean, Steve Topic

Penulis naskah: Greg McLean, Aaron Sterns

Pemain : John Jarratt (Mick Taylor), Ryan Corr (Paul Hammersmith)

Rilis: 2014 (Australia)

Teman sekamar di hostel Penang bertanya apakah saya pernah menonton Wolf Creek saat mengetahui saya akan bekerja dan berlibur di Australia. Tentu saja saya jawab belum dan menambahkan pertanyaan “bagus? tentang apa?” Seraya menepuk punggung saya, dia menyarankan untuk menontonnya setelah petualangan di Australia selesai.

Rasa penasaran membuat saya berselancar dan mencari tahu tentang film yang ditanyakan di atas. Hasil pencarian membuat saya mengkeret dan bersumpah tidak akan menonton Wolf Creek sama sekali.

Hampir setahun kepulangan saya dari Australia, seorang teman mengajak saya untuk menonton Wolf Creek 2, sekuel dari Wolf Creek. Meskipun dirundung keraguan pada awalnya, namun akhirnya saya pun setuju untuk menonton. Setelah film usai diputar saya pun bersyukur tidak pernah menonton film ini sebelumnya, bisa-bisa perjalanan saya ke Australia akan selalu dirundung rasa takut.

Bagi yang sudah menonton Wolf Creek yang dirilis pada 2005, sekuel film yang dirilis satu dekade setelahnya tidak mampu membandingi kehororan film pertamanya. Entahlah seseram apa padahal Wolf Creek berhasil membuat saya berteriak ngilu hampir di tiap adegan. Wajar saja, dari awal film dimulai hingga akhir banyak sekali adegan pertumpahan darah. Saya lemes.

Wolf Creek 2  masih dibintangi oleh pemeran utama film sebelumnya, John Jarrat yang berperan sebagai Mick Taylor. “Hobi” nyentriknya sudah mencelakan banyak orang. Kali ini ia melampiaskan hobinya pada wisatawan Inggris, Paul Hammersmith yang diperankan oleh Ryan Corr.

Pertemuan kedua tokoh utama itu dimulakan saat Paul yang secara tidak sengaja menolong seorang pejalan wanita asal Jerman di pedalaman Australia di sekitar Kawah Wolf Creek. Si wanita baru saja melarikan diri dari tragedi yang membuat kekasihnya terbunuh. Berniat baik, Paul pun berusaha membawa si wanita ke tempat aman. Sayangnya, si wanita diikuti oleh si pembunuh, Mick. Walhasil, Paul pun yang awalnya menjadi penyelamat malah ikut menjadi target incaran Mick.

Paul dengan kendaraannya berupaya sekuat tenaga untuk menghindar dari kejaran Mick. Kemanapun Paul bersembunyi, Mick pasti dapat menemukannya. Hingga suatu saat Paul pun menjadi tawanan di ruang bawah tanah milik Mick. Ketegangan pun memuncak. Saya pun semakin ngilu melihat adegan pertaruhan yang dilakukan kedua bintang utama film ini. Baru di akhir film saya bisa merasa lega dan bernapas dalam-dalam.

Sumber ide kisah film sekuel ini berasal dari pengalaman Paul Hommersmith saat ia berkeliling Australia. Setelah disekap oleh tokoh “Mick” untuk beberapa waktu, Paul ditemukan di sebuah kota kecil hanya dengan pakaian dalam. Tubuhnya dipenuhi luka. Karena kondisinya tersebut, Paul dideportasi dan pulang ke negaranya. Sesampainya di kampung halaman, Paul harus dirawat intensif karena mengalami tekanan mental yang hebat.

Lalu apakah film ini layak tonton?

Ya. Walaupun bagi yang sudah menonton film pertamanya, Wolf Creek 2 kurang greget, tetapi masih pantas untuk ditonton sampai selesai.

Apakah harus ditonton sebelum pergi ke Australia?

Enggak harus nanti malah jadi parno. Tetapi, menurut saya film ini justru bikin kita selalu waspada saat jalan-jalan ke mana saja karena tidak melulu semua orang baik.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s