Akhir Pekan di Museum

Mengunjungi museum tidak pernah ada dalam daftar wisata selama saya tumbuh besar di Jakarta. Entah mengapa kesan menyeramkan, usang, dan kuno melekat dalam kepala saya ketika membicarakan soal museum. Padahal jumlah museum yang ada di Jakarta tidak sedikit.

Penyemangat untuk menyambangi museum datang dari seorang teman dekat saya yang hapal luar kepala soal sejarah Bung Karno, perlu tahu kalau teman saya itu bukan orang Indonesia. Suatu kali saya dipermalukan saat mengaku tidak pernah masuk ke Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, Jawa Barat, padahal saya menghabiskan waktu hampir lima tahun kuliah di kota yang hanya berjarak satu jam dari museum tersebut.

Akhirnya sampailah pada masanya saya benar-benar masuk dan tekun membaca keterangan yang ada di museum KAA. Sejak itulah, saya makin nyaman berada di museum.

Selepas merantau bagian pertama, saya sering main ke Museum Nasional Indonesia (MNI) yang juga dikenal sebagai Museum Gajah di Jakarta. Tenang, saya enggak langsung jadi nerd, kok. Kunjungan saya ke museum yang berkali-kali itu gegara banyaknya kegiatan seru yang diadakan di museum tersebut, sebut saja dari latihan tari, pertunjukan musik, juga pentas teater. Kunjungan museum ini juga yang bikin saya Bertahan di Belantara Jakarta.

Bermula dari seorang teman yang membagikan informasi soal kelas tari tradisional di MNI tiap Sabtu pagi. Melihat kata-kata gratis, saya pun niat bangun pagi untuk belajar menari. Kebetulan juga belajar menari adalah salah satu resolusi tahunan saya.

Kegiatan menari yang diadakan oleh Kelas Tari Prajnaparamita itu dimulai pukul sepuluh pagi dan berlangsung selama dua jam. Peserta latihannya berasal dari berbagai macam kalangan juga usia. Ada yang sudah fasih melenggak-lenggok adapula yang kaku. Saya masuk ke dalam golongan terakhir. Ternyata kegiatan menari tersebut baru kali pertama diadakan oleh MNI.

Kami diajarkan tari Pendet asal Bali. Tiap minggu kami latihan dan puncaknya adalah acara flash mob 1.000 penari pendet pada 23 April 2016 dalam rangka perayaan ulang tahun MNI ke 238.

Kelas menari terus dilakukan setelahnya dengan jenis tarian yang berbeda. Kabarnya para penari yang rutin latihan berkesempatan untuk pentas di banyak acara baik di dalam maupun luar Jakarta. Seru, ya?

Menonton Opera di Museum? Bisa Dong!

Pernah dalam satu pekan saya dua kali datang ke MNI. Kalau pada Sabtu saya latihan menari, keesokan harinya saya anteng menonton pentas teater yang ditampilkan oleh Teater Koma yang bekerja sama dengan Museum Nasional. Pentasnya sendiri cuma dilakukan sekali dalam sebulan dan ada tiga sesi pementasan.

Menariknya adalah lakon yang dipentaskan bersangkutan dengan koleksi Museum Nasional. Sebelum pentas dimulai, penonton bisa membeli “map jelajah” yang berisi sedikit cerita mengenai lakon yang akan ditampilkan, juga sejarah yang ada di belakangnya.

Untuk hal yang satu ini saya patut tepuk tangan keras-keras akan kerja sama antara MNI, Teater Koma, juga DapoerDongeng yang bertanggung jawab melakukan riset sejarah dan mengkreasikan ke dalam bentuk dongeng yang menarik. Bagi saya usaha mereka tersebut dapat meningkatkan minat belajar sejarah bagi siapa saja yang menontonnya. Tentunya kegiatan ini merupakan salah satu solusi rekreasi keluarga di ibu kota supaya tidak melulu nongkrong di pusat perbelanjaan.

Puas menonton teater, kita bisa mengunjungi ruang koleksi yang menjadi sumber cerita lakon tersebut. Ternyata ya, Museum Nasional itu gede banget dan cantik. Koleksinya tertata rapi dan lengkap. Karena namanya Museum Nasional ya isinya segala pernak-pernik terkait budaya nusantara. Saya enggak berhenti-hentinya mikir “budaya Indonesia, kok, keren banget, ya.”

Pokoknya saya salut deh sama tim MNI yang bisa membuat museum menjadi ruang publik yang menarik untuk dikunjungi. Kalau mau lihat jadwal kegiatan MNI bisa tengok Facebook page Museum Nasional Indonesia.

Jadi akan pergi kemana akhir pekan ini? Ke museum yuk!

Iklan

5 Replies to “Akhir Pekan di Museum”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s