Persiapan Road Trip di Australia

Sebagian besar pejalan yang menyambangi Australia pasti ingin merasakan pengalaman road trip. Saya pun sama. Pernah, sih, beberapa kali, tetapi road trip tersebut sekadar berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain dalam rangka pindah kerja. Oleh karena itu kegiatan tersebut belum saya hapus dalam daftar hal yang harus dilakukan sebelum pindah ke dunia lain.

Berkendara di Australia memang menyenangkan. Jalannya rata-rata lurus dan mulus. Selain itu, pemandangannya pun ciamik apalagi kalau mengambil scenic drive (jalan berpemandangan) dijamin bakal terperangah. Namun demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila kita memutuskan untuk road trip terutama soal keselamatan berkendara.

Pastinya kan tidak mau pelesiran kita terganggu oleh kendala, apalagi sampai kena tilang di Australia. Untuk hal yang satu itu saya sudah kapok. Nah, makanya saya mau berbagi pengalaman hal apa saja yang harus diperhatikan selama berkendara di Australia.

Pahami dan patuhi peraturan tertulis

Australia merupakan salah satu negara tertib yang pernah saya datangi. Aturan ada untuk ditaati bukan untuk dilanggar. Tidak ada salahnya untuk mempelajari jenis-jenis rambu dan maksudnya. Saat melihat rambu bertuliskan “STOP” pastikan berhenti untuk memberi jalan, walaupun kondisi lowong jangan coba-coba mengabaikan, mata polisi ada di mana saja baik yang sungguhan maupun berupa kamera.

wp-1468253775614.jpeg
jangankan polisi, papan rambunya pun galak

Oh iya, di luar kota besar jarang ditemukan lampu merah. Untuk menertibkan kendaraan maka dibangunlah roundbout atau bundaran. Kalau kita berada dalam posisi ini, selalu utamakan kendaraan yang datang dari sebelah kanan.

2016-09-10-18-54-43
Kalau mau nyebrang atau belok kiri berhenti sebentar dan nengok ke kanan ya dan dahulukan kendaraan yang datang dari arah tersebut.

Soal batas kecepatan maksimum, umumnya kalau sudah berada di jalur highway  dan motorway ada pada kisaran 100-110 km/ jam. Ketika memasuki daerah pemukimam kecepatan maksimum turun menjadi 50 km/ jam. Mendekati lingkungan sekolah ada dua aturan, saat musim belajar kecepatan pada area tersebut maksimum 40 km/ jam pada jam tertentu. Namun, pada masa liburan batasan tersebut tidak berlaku.

Jangan lupa juga pelajari aturan parkir. Parkirlah di garis putih, perhatikan juga apakah ada batasan waktu parkir atau tidak. Sebelum parkirpun perhatikan landasannya apakah khusus difabel atau tidak.

Periksa kondisi kendaraan sesuai lokasi perjalanan

Jalur road trip di Australia menawarkan pemandangan dan kondisi yang berbeda satu dengan lainnya. Bila berencana memutari Australia dari bagian terluarnya semua jenis kendaraan pasti bisa digunakan, namun ada beberapa tempat yang hanya layak ditempuh dengan mobil tangguh seperti 4WD (khususnya untuk jalur tengah Australia). Dikarenakan, di beberapa titik medannya kurang bersahabat, jalan berbatu, berpasir, berdebu, dan kadang-kadang banjir. Mengetahui tujuan dan jalur perjalanan akan memberikan kemudahan saat menyesuaikan kondisi kendaraan.

Sediakan kontainer bahan bakar tambahan

Sangat penting bagi mereka yang akan menyusuri daratan Australia yang jauh dari pusat kota. Terkadang jarak antarpom bensin bisa puluhan sampai ratusan kilo meter. Daripada kehujanan lebih baik menyiapkan payung, kan?

Mempersiapkan oli baru sebagai cadangan pun tidak dilarang. Jarak tempuh road trip  di Australia bisa mencapai ribuan kilo meter. Maka secara berkala volume oli mesin harus ditambah dengan oli cadangan.

Punya teman perjalanan

Sekeren-kerennya pemandangan di Australia tetap saja akan bosan kalau bepergian sendirian. Teman perjalanan akan sangat membantu membunuh kebosanan. Mereka bisa diajak bertukar alih kemudi juga bisa membuat kita terus tersadar selama mengemudi. Teman perjalanan saya pernah tidak berhenti mengoceh selama dua jam demi membuat saya tetap melek saat mengemudi. Percayalah, jalanan Australia yang mulus dan kebanyakan melulu lurus itu melenakan dan membosankan.

Keuntungan lain memiliki teman perjalanan adalah kita bisa membagi-bagi biaya perjalanan. Banyak cara untuk mendapatkan teman perjalanan. Saya sering melihat pejalan yang mempublikasi rencana perjalanannya di grup Facebook “Australia Backpackers” atau “Australia Rideshares” baik mereka yang mencari tebengan atau ingin menambah jumlah penumpang di kendaraannya.

Koleksi musik yang banyak

Kalau tiba-tiba teman sudah tepar semua, musik adalah harapan terakhir untuk menjaga kesadaran kita.

2016-09-10-18-43-03
Di pinggir jalan raya yang membelah Australia banyak sekali rambu imbauan untuk tidak mengemudi saat kelelahan. Saya paling suka rambu yang ada di Bruce Highway, Queensland, karena bukan sekadar anjuran tetapi pengemudi diajak bermain teka-teki. Buat saya ini cara yang terbukti ampuh karena saya jadi kembali segar karena memikirkan jawabannya.

Pastikan persediaan makanan dan minum cukup

Patut dijelaskan?

Peralatan masak plus makan wajib dibawa. Ini bakal bikin biaya perjalanan jadi irit.

Aplikasi perjalanan mendukung

Namanya juga road trip tidur pun dilakukan di jalan. Biasanya sih tidur di dalam kendaraan atau dirikan tenda di area perkemahan. Selama perantauan kemarin saya mengandalkan informasi dari aplikasi “WikiCamps Australia” untuk mendapatkan tempat beristirahat gratis pada malam hari. Saya sangat merekomendasikan aplikasi ini, karena kita hanya perlu memilih lokasi yang kita inginkan di dalam peta maka kita akan diarahkan ke lokasi tersebut dengan bantuan aplikasi peta dalam ponsel.

2016-09-11-10-27-52
Gara-gara mengikuti saran WikiCamps nyasar ke tempat seperti ini.
2016-09-10-18-53-11
Dengan WikiCamps memudahkan kita menemukan tempat kemah seperti ini.

Ulasan dari pengguna lain pun memberikan tambahan informasi untuk kita dalam memilih lokasi berisitirahat. Juga ada deskripsi apakah tempat tersebut menyediakan toilet, barbeque plate, dan diizinkan untuk memancing dan berenang atau tidak. Selain menunjukan tempat gratisan, WikiCamps pun memiliki anjuran lokasi penginapan berbayar, juga tempat-tempat menarik seluruh Australia.

Baca juga pengalaman camping selama di Australia

Alat pelindung keamanan

Orang baik itu ada di mana-mana, begitu juga orang jahat. Saya selalu menyiapkan sebilah pisau di kompartemen pintu kemudi. Sampai tulisan ini dibuat, pisau itu tidak pernah saya manfaatkan sebagai alat perlindungan.

Selalu siap akan kejutan

Selain rambu soal batas kecepatan, lokasi pom bensin, banyak juga rambu dengan gambar hewan liar Australia. Yang paling banyak tersebar sih rambu kangguru. Hewan ikon Australia tersebut memang lucu kalau sedang meloncat-loncat dan kita mengamatinya dari kejauhan. Tetapi akan sangat bahaya kalau tiba-tiba si kangguru loncat di depan kendaraan kita yang sedang melaju cepat.

Kangguru yang terlihat unyu-unyu itu merupakan musuh saya saat berkendaraan. Gara-gara mereka senang sekali dengan cahaya lampu mobil. Kebiasaan mereka adalah menunggu di pinggir jalan sampai ada mobil melintas, pada saat itulah mereka akan menyebrang jalan.

Solusinya, akan terdengar kejam tapi harus dilakukan, kalau kendaraan kita berhadap-hadapan dengan kangguru adalah menabraknya. Jumlah kangguru hampir sama banyaknya dengan penduduk Australia, mati satu akan tumbuh seribu. Eh, jangan anggap saya sadis ya, masalahnya kalau kita coba menghindar saat melaju kencang justru akan membahayakan keselamatan kita.

2016-09-11-11-36-14
Baik kangguru, pengemudi dan penumpang kendaraan tidak ada yang terluka selama pengambilan gambar ini.

Hewan lain yang perlu diperhatikan adalah wombat. Badannya kecil tapi sangat keras, kalau kita menabrak hewan yang satu ini, dijamin mobil yang kita tumpangi dalam masalah besar.

Hati-hati dengan “monster jalanan”

Suatu kali saat hari sudah gelap dari balik kaca tengah mobil saya melihat cahaya warna-warni yang mendekat dalam kecepatan tinggi. Saya kira itu polisi, tetapi cahaya yang dihasilkan sangat besar, banyak, dan panjang. Tak lama kemudian sumber sang cahaya tersebut pun terlihat jelas bentuknya, sebuah truk maha gede mengejar-ngejar saya. Rupanya sekujur badan truk dipasang lampu supaya pengemudi lain tahu kalau lawan mereka di jalanan adalah truk yang kokoh.

Saat pertama kali “dikejar” truk saya langsung tancap gas, takut ditabrak. Tetapi usaha tersebut sia-sia, karena kekuatan si truk yang cukup besar dan nyali saya yang keburu ciut akhirnya saya melambat dan disalip si “monster”. Tangan saya  harus memegang kemudi kencang-kencang karena hembusan angin saat truk menyalip sangat kuat membuat mobil sedikit oleng.

Belajar dari pengalaman tersebut, berikutnya saya pun ogah main balapan dengan truk. Saya memilih untuk melambat seraya memberi peluang si monster untuk menyalip.

2016-09-10-18-47-04

***

Bagaimana, sudah siap berpetualang menjelajah Australia?

Tulisan ini pernah dimuat di Phinemo.com dengan perubahan judul dan penyesuaian isi.

Iklan

3 Replies to “Persiapan Road Trip di Australia”

  1. apps wiki-campsnya seru banget! dibutuhin banget nih buat pejalan-pejalan modal ngirit macem saya yang kalo ngebackpack ke manapun selalu bawa tenda di tas, ehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s