Pengalaman Transaksi Perbankan di Luar Negeri

Siapa sangka kalau kemudahan bertransaksi perbankan di sebuah negara menunjukan cara kerja serta keamanan negara tersebut. Tesis tersebut baru-baru ini terlintas di kepala saya ketika kesulitan membuka rekening bank di Kolombia.

Sebagai perbandingan saya akan menceritakan pengalaman perbankan saya di dua negara yang pernah dan sedang saya tinggali; Australia dan Kolombia.

Menyebut Australia pasti sudah terbersit di kepala masing-masing kalau negara barat tersebut cukup mapan dan nyaman. Memang kenyataannya demikian. Segala urusan birokrasi di negeri kangguru tersebut sangat mudah dan memang selalu dibuat mudah.

Kita sebagai pelanggan pun senang karena tidak perlu buang-buang waktu untuk urusan sepele. Misal, membayar tilang hanya perlu datang ke kantor pos atau per telepon dan melakukan pembayaran dengan kartu kredit, layanan konsumen per telepon pun langsung ditanggapi dan diselesaikan.

Oke, fokus lagi pada masalah urusan perbankan yang menjadi topik tulisan kali ini. Saat berada di Australia dengan Work and Holiday Visa (WHV) saya mau tidak mau harus memiliki rekening bank. Hal itu dikarenakan untuk kepentingan pembayaran gaji yang biasanya langsung dikreditkan ke rekening kita. Sementara di Kolombia saya berencana untuk tinggal dalam jangka waktu yang panjang dan membutuhkan tempat penyimpanan yang aman.

Membuka Rekening Bank

Australia

Prosesnya sangat mudah, saya hanya perlu datang ke bank cabang terdekat dengan membawa identitas diri berupa passport. Data yang dimasukan sesuai yang tertera dalam passport ditambah alamat tempat tinggal dan nomor telepon seluler. Untuk alamat pun diperbolehkan hostel tempat kita menginap. Sudah semudah itu. Seminggu kemudian kartu ATM dengan nama kita tercantum di atasnya sudah sampai di alamat yang diberikan.

Kemudahan lainnya adalah bisa membuka rekening secara online walau kita belum sampai di negara tersebut. Data yang dimasukan pun standar. Setelah semua data dimasukan. Rekening kita pun langsung dapat digunakan. Kartu ATM dapat diminta di cabang yang telah kita tentukan sebelumnya. Tentunya hal ini hanya bisa dilakukan ketika sudah berada di Australia.

Saya kira hanya orang asing pemegang visa tertentu yang bisa membuka rekening bank di Australia. Ternyata teman saya yang hanya punya visa kunjungan pun diperbolehkan memiliki akun bank tanpa ditanya yang aneh-aneh. Perlu dicatat, membuka rekening bank di Australia tidak ada minimal setoran awal.

Kolombia

Saya sempat mau mengurungkan niat pembukaan rekening ini karena aturannya yang tidak terlalu jelas. Berbekal informasi dari seorang teman hanya dibutuhkan passport dan cedula de extranjeria (tanpa pengenal orang asing) untuk membuka rekening. Rupanya tidak bisa seperti itu.

Untuk membuka rekening saya harus memiliki bukti sumber dana tersebut. Petugas saat itu menjelaskan saya membutuhkan surat dari tempat saya bekerja sebagai bukti kejelasan sumber dana. Saya pun menjelaskan kalau saya tidak bekerja di Kolombia karena aturan visa volunteer tidak memperbolehkan saya bekerja. Lebih jelas saya utarakan kalau saya hendak mentransfer uang dari rekening saya sendiri.

Petugas pun menyarankan saya untuk membuat surat pernyataan di notaris kalau saya akan menerima uang dari luar negeri. Pergilah saya ke kantor notaris dan petugas membuatkan surat pernyataan tersebut sambil bertanya kira-kira besaran uang yang akan saya terima per bulannya. Duh, ribet!

Sempat terpikir untuk menyebutkan sembarang nominal. Namun, teman saya melarang karena angka tersebut akan tertulis di surat dan kalau sampai berbeda dikhawatirkan ada masalah kemudian hari.

Demi mendapatkan penjelasan yang lebih detil, saya kembali menemui petugas bank. Kali ini dilayani oleh petugas berbeda. Kali ini informasi yang saya dapat berbeda. Rupanya tidak diharuskan ada surat pernyataan, saya hanya butuh surat keterangan dari organisasi tempat saya bekerja volunteer yang menyatakan bahwa mereka akan menanggung semua biaya hidup saya selama di Kolombia.

Setelah lebih kurang delama tanda tangan di berlembar-lembar formulir. Akhirnya saya memiliki rekening. Kartu ATM saya terima saat itu juga, tanpa nama. O iya, saya harus menyetor COP 100.000 sekitar IDR 450.000 sebagai persyaratan pembukaan rekening.

Pelayanan di Cabang

Australia

Minim pekerja dan pengantri. Ketika baru masuk bank langsung disambut petugas dan ditanyakan apa kebutuhannya. Apabila butuh menyetor dana bisa langsung ke teller, sementara jika memiliki kebutuhan lain, petugas yang bersangkutan akan melayani kita kurang dalam lima menit.

Kolombia

Antrian nasabah mengular. Pekerja bank pun banyak sekali, mulai dari satpam, petugas pengarah nomor antrian dan petugas teller juga customer service.

Kenyamanan di Dalam Bank

Australia

Selain larangan merokok dalam ruangan, sepertinya tidak ada larangan lainnya. Ruangan dilengkapi wifi gratis selama 24 jam. Jangan heran kalau lihat banyak backpacker bergelimpangan di depan bank walau sudah lewat jam kerja. Biasalah fakir wifi *nunjuk diri sendiri*.

Kolombia

Tidak boleh bertopi dan menggunakan ponsel. Teman saya beralasan kalau aturan tersebut ada untuk meminimalisir tindak kejahatan. Bisa saja ada pelaku kejahatan yang berada di dalam bank dan mengirim pesan tentang gerak-gerik calon korban. Jangan harap ada wifi.

Fitur Kartu ATM

Cards
Atas: Bancolombia. Bawah: Commonwealth Bank Australia

Australia

Australia sudah mapan untuk sistem cashless society. Setiap transaksi pembelajaan bisa dilakukan dengan kartu debit. Oleh karena itu, dulu saya jarang bawa uang tunai saat bepergian, cukup gesek kartu. Selain itu, kartu debit tersebut juga bisa digunakan untuk melakukan pembayaran transaksi online yang biasanya hanya menerima kartu kredit.

Kolombia

Hanya berguna sebagai kartu debit.

Biaya Administrasi

Australia

Saya memiliki dua akun dari dua bank berbeda. Akun pertama memiliki biaya administrasi sebesar AUD 4 per bulan. Namun, bila saya memiliki pemasukan sebesar AUD 2.000 dalam satu bulan maka tidak ada biaya administrasi. Sedangkan untuk akun yang lain tidak dikenakan biaya sama sekali.

Kolombia

Saya mengambil fasilitas tanpa biaya bulanan. Horeeee! Tetapi ada bila saya mengambil uang lewat ATM akan dikenakan biaya. Pun bila menarik tunai lewat teller. Jika kita mau membayar administrasi bulanan, penarikan tunai lewat ATM maupun teller gratis namun dibatasi sampai dua kali. Selebihnya harus bayar juga.

Kondisi Mesin ATM

Australia

ATM dapat ditemukan di luar gedung bank atau tempat umum lainnya. Kebanyakan tidak dilengkapi dinding kaca.

Kolombia

Dikelilingi tembok kaca. Pintunya dilengkapi dengan slot jadi tidak bisa ada yang tiba-tiba masuk ke dalam saat kita bertransaksi.

***

Sebenarnya masih banyak hal yang bisa dibandingkan, namun saya belum memiliki banyak pengalaman di Kolombia. Salah satunya adalah soal kehilangan kartu debit. Di Australia kita bisa langsung memblokir kartu yang hilang lewat customer call maupun memanfaatkan aplikasi ponsel. Kartu baru akan dikirimkan ke cabang yang kita pilih. Kartu akan datang kurang dari satu minggu. Mudah-mudahan saya tidak akan kena sial kehilangan kartu di Kolombia, males berurusan dengan birokrasinya.

Jadi apa kesimpulannya?

Kalau dilihat dari contoh kasus di atas sudah pasti Australia menggungguli Kolombia dalam urusan kemudahan dan kenyamanan nasabah. Negara terbesar di selatan khatulistiwa itu memang selalu efisien dalam menggunakan tenaga kerja manusia. Bisa dimaklumi karena standar upah pekerjanya tinggi jadi setiap orang harus cakap dalam bekerja. Bagaimana dengan Kolombia? rasanya mereka lebih santai karena jam makan siang karyawannya sampai 2,5 jam.

Tingkat keamanan pun Australia jauh di atas Kolombia. Hal itu terlihat mesin ATM yang dibiarkan tanpa tembok. Sementara di Kolombia tingkat kriminalnya masih tinggi, setidaknya itu persepsi yang saya tangkap dari slot kunci yang ada di pintu ruang mesin ATM. Saya juga selalu diperingatkan untuk selalu berhati-hati kalau berjalan sendirian karena copet dan penjahat lainnya banyak berkeliaran.

O iya, teman saya juga beropini kalau segala keribetan yang berhubungan dengan pebankan Kolombia dikarenakan mereka ingin mengetahui aliran uang yang berputar di negaranya. Sebab seperti banyak orang tahu kalau Kolombia pernah bergantung pada bisnis narkoba, makanya pemerintah mau tahu sumber dana setiap orang.

Eh, tapi sepertinya semua negara pasti selalu lah ya punya aturan terkait sumber dana penduduknya. Jangan sampe ada dana ilegal yang masuk. Baik Kolombia dan Australia pasti punya cara masing-masing menjaga stabilitas keuangan dalam negeri dengan segala macam cara.

Iklan

5 Replies to “Pengalaman Transaksi Perbankan di Luar Negeri”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s