Seri Anak Rantau: Ketika Anak Jakarta Menjadi Chilango

Yeaay Seri Anak Rantau balik lagi. Profil yang akan saya tulis satu ini masih berprofesi sebagai Local Staff (LS) di Kedutaan Besar Indonesia Mexico City, Meksiko. Umumnya para LS merupakan pekerja kontrak untuk jangka waktu tertentu. Berpindah ke tempat baru mau tidak mau membuat LS harus segera menyesuaikan diri dengan lingkungan supaya tidak mati kebosanan.

Banyak sekali penyesuaian yang harus dilakukan seperti beradaptasi dengan cuaca, lingkungan tempat tinggal, bahasa, makanan, dan lain sebagainya. Florence Nathania, profil anak rantau kita kali ini akan menceritakan apa saja cara yang dia lakukan sehingga membuatnya merasa kerasan tinggal di negara dengan ibu kota terpadat se-benua Amerika ini.

Flo, begitu wanita asal Jakarta ini biasa dipanggil, sudah terbiasa bergaul dengan banyak orang yang berbeda latar belakang budaya. Sebelum sampai di Meksiko, ia cukup aktif dalam komunitas Couchsurfing. Dari komunitas tersebutlah ia sering bertemu dengan banyak anggota Couchsurfing dari negara lain. Ada beberapa dari kenalan barunya tersebut yang berasal dari Amerika Latin. Dari mereka-mereka itulah perkenalan Flo dengan budaya latin bermula.

“Dari awal sampai saya bisa langsung beradaptasi. Mungkin karena di Jakarta sering bertemu orang Amerika Latin,” ujar Flo.

Sebelum berangkat ke Meksiko Flo sedikikt kecewa begitu mengetahui akan ditempatkan di Mexico City, Ia sendiri berharap ditempatkan di Madrid, Spanyol. Karena keputusan tersebut ia pun harus mengubur impiannya untuk mengunjungi negara-negara cantik di Eropa seperti Inggris, Turki, dan Yunani.

Namun, kekecewaannya cepat sirna karena biaya hidup di Mexico City yang tidak terlalu tinggi memungkinkan dirinya untuk menyisihkan sebagian penghasilannya. Dengan tabungan tersebut, Flo pun berkesempatan mengunjungi negara eksotis di benua Amerika yaitu Kuba dan Kolombia.

Selain itu, Flo menambahkan, ia menikmati kehidupannya di Mexico City ketika dirinya melebur dengan masyarakat dan budaya lokal. Keramahan warga Meksiko pun membuat dirinya kerasan bekerja di kota yang tingkat polusi udaranya tidak beda jauh dengan Jakarta itu. Anak Jakarta yang satu ini pun berubah menjadi chilango (sebutan untuk penduduk Mexico City).

Teater dan Traveling Pengisi Keseharian

Cepatnya penyesuaian yang dilakukan Flo bisa jadi karena dia bisa langsung menyalurkan hobinya, teater musikal. Saat ini pecinta martabak manis ini tergabung dalam grup teater ReCrea Teatro yang bermarkas di Mexico City. Baru-baru ini Flo tampil dalam pentas “Concierto Probecas”. Dan pada Juni mendatang, grup ini akan menampilkan “Les Misrables” yang tersohor itu.

Setelah melewati beberapa kali audisi peran, Flo akan berperan sebagai Fantine, tokoh utama pertunjukan tersebut. Karakter tersebut memiliki kesan tersendiri bagi Flo.

“Karakter itu pernah dimainkan oleh salah satu performer favorit saya, Ruthie Henshall. Dan, Fantine itu lambang keluguan seorang wanita dan kasih sayang seorang ibu. Selain itu, ia pun tegar,” terang Flo.

Meskipun sempat sedih karena tidak ditempatkan di Madrid, Flo justru bersyukur karena kini dirinya bisa terlibat lebih jauh dalam produksi teater musikal. Meksiko, menurut Flo, Meksiki memproduksi banyak pentas tiap tahunnya. Posisi negara tersebut yang bersebelahan dengan Amerika Serikat menyebabkan banyak sekolah dan komunitas yang memproduksi karya teater musikal.

Selain berteater Flo pun senang menghabiskan waktu luangnya untuk traveling. Sudah beberapa sudut negeri mariachi yang dikunjunginya. Namun, ada dua tempat yang menjadi favoritnya yaitu kota San Miguel de Allende dan San Cristóbal de las Casas.

san-miguel-de-allende-238864
San Miguel de Allende. Sumber.
gemd20pm2011_san20cris_mferro_080818_chiapas_0878
San Miguel de Las Chiapas. Sumber.

Kota San Miguel de Allende bergaya kolonial nan cantik dan San Cristobal de Las Capas yang terletak di pegunungan dengan gaya bohemiannya berhasil mencuri hati Flo.

Meksiko merupakan salah satu negara yang memiliki festival kelas dunia. Flo pernah berkesempatan menyaksikan salah festival Guelaguetza yang diadakan oleh masyarakat pribumi Oaxaca tiap Juli. Festival yang didominasi oleh musik dan tarian tradisional tersebut ternyata memiliki makna yang cukup dalam. Nama La Guelaguetza sendiri berasal dari bahasa zapotec yang secara bebas dapat diterjemahkan sebagai bentuk sikap berbagi kepada sesama manusia dan alam.

Baca catatan perjalanan Flo di Oxaca di sini.

Salah satu tantangan terberat saat menjadi anak rantau adalah jarak yang jauh dari tanah kelahiran. Flo sudah menetap lebih dari dua tahun di Meksiko dan belum sekalipun pulang. Meski demikian kesenian dan budaya (salah dua topik kesukaan Flo) di Meksiko setidaknya dapat membuat dirinya sibuk dan tidak terlalu nelangsa saat rindu keluarga.

Berniat ke Meksiko?

Ada tips dan saran dari Flo, nih.

  • Bila berkunjung ke ibu kota Meksiko selalu siapkan pakaian hangat. Mexico City terletak di atas ketinggian 2.250 meter di atas permukaan laut. Seperti kebanyakan dataran tinggi lainnya Mexico City berudara sejuk. Malah terkadang akan terjadi beberapa musim dalam sehari. “Pagi dan malam dingin, siang panas, sore hujan,” jelas Flo. Perubahan cuaca paling ekstrem sekitar Februari dan Maret.
  • Kuasai kata-kata dasar dalam bahasa Spanyol sebab jarang sekali penduduk Meksiko yang berbahasa Inggris.
  • Menyapa orang yang tidak dikenal saat berada di tempat umum seperti lift tidak ada salahnya dan tidak akan dianggap orang aneh.
  • Mexico City memiliki reputasi kota berbahaya, tetapi Flo sendiri tidak pernah mengalami hal mengerikan. Namun, tetap harus selalu berhati-hati.
  • Sebagai gambaran untuk biaya makan seperti tacos di pinggir jalan dibanderol 20 MXN atau setara 20.000 IDR. Orang lokal biasanya menghabiskan empat tacos untuk sekali makan.

Oh iya, Flo juga sering membagikan hidup kesehariannya di Meksiko melalui IG-nya loh. Silakan di cek @florence_nath. Siapa tahu terinspirasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s