Tur Transmilenio

Sekitar 13 tahun yang lalu, saya masih berseragam putih abu-abu duduk di dalam ruang kelas dan mengisi lembar-lembar ujian masuk perguruan tinggi. Masih segar dalam ingatan salah satu pertanyaan “pengetahuan umum” yang tertulis saat itu: tanggal berapakah TransJakarta diresmikan? 14 Januari 2004 adalah jawabannya.

Saya menjadi satu-satunya di antara teman-teman sekelas yang menjawab dengan benar pertanyaan itu. Tentunya saya tahu jawaban tersebut karena memang mengikuti benar peluncuran bus rapid pertama di Indonesia tersebut. Dalam setiap pemberitaan tentang Jakarta pasti disebutkan sistem bus tersebut mencontek Transmilenio yang ada di Bogota, Kolombia.

11 (1)15 (1)

Tekad pun tercipta, tur Transmilenio adalah suatu keharusan jika saya berkunjung ke Bogota. Sama seperti TransJakarta, Transmilenio memiliki peranan penting dalam memindahkan penduduk Bogota dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Dalam sehari, Transmilenio mengangkut 1,9 juta penumpang. Jaringannya mencapai 189 kilomenter membuat penumpang dapat mengakses hampir seluruh jalur utama di Bogota.

Pengalaman pertama saya dengan Transmilenio adalah pada pukul enam pagi, waktu yang direkomendasikan banyak orang. Hindari pukul 7-8 pagi dan 5-7 sore, karena jam tersebut merupakan waktu sibuk dan banyak sekali orang yang akan memanfaatkan transportasi tersebut.

Saya memulai perjalanan dari Portal Sur, terminal untuk bus dalam kota. Suasana terminal tersebut tidak terlalu ramai. Dan, ketika menunggu bus di saat jam sibuk saya pun sangat berharap ada ojek beraplikasi di Bogota. Sedikit aneh sih, tapi saya tiba-tiba kangen sama Jakarta. Hahaha

Untuk menggunakan Transmilenio penumpang diwajibkan memiliki kartu “tu llave”. Tap on kartu tersebut ketika akan menggunakan Transmilenio. Kartu tersebut dijual seharga COP 3.000 belum termasuk deposito. Sekali perjalanan Transmilenio memasang tarif COP 2.200, jadi isilah “tu llave” sesuai kebutuhan.

13 (1)12 (1)

Tidak ada perasaan canggung saat berada di dalam Transmilenio, bentuk bus serupa dengan TransJakarta. Hanya saja di Bogota kursi bus tidak saling berhadapan. Namun, kalau saya boleh menilai, pemerintah Jakarta tidak terampil mencontek proyek bus rapid tersebut walau sudah melakukan studi banding jauh-jauh ke Kolombia.

Transmilenio memiliki jalur khusus yang bersih dari gangguan mobil pribadi dan motor. Masing-masing jalur cukup untuk dilewati oleh dua bus yang berjalan ke arah yang sama. Jadi jika ada bus yang mogok, bus yang ada di belakang tidak perlu keluar jalur dan mengambil jatah jalan pengendara umum lainnya.

14 (1)

Keberadaan bus rapid ini memang diperuntukan mengangkut penumpang sebanyak-banyaknya dalam sekali jalan. Maka tidak heran kalau satu rangkaian bus Milenio terdiri dari tiga gerbong. Meski berekor panjang, selama perjalanan tidak sama sekali terasa memusingkan, busnya terasa sangat kokoh dan tidak berderit saat berjalan.

Kondisi shelter pun sangat nyaman, di satu sisi biasanya ada tiga titik naik dan turun penumpang. Artinya tiap bus tidak perlu antri dalam menaik-turunkan penumpang. Akses menuju shelter pun tidak bikin lelah, terkadang ada yang tidak menggunakan tangga penyebrangan, kalaupun menggunakan tangga sebagai akses pasti akan dibuat  landai dan tidak banyak anak tangga yang perlu dijejaki.

Sudah saya sebutkan kalau jalur Transmilenio hampir menutupi seluruh jalur utama di Bogota, nah, untuk jalur yang lebih kecil, ada SITP. Bus pendamping ini akan membawa kita ke pelosok-pelosok kota. Cukup membayar COP 2.000 untuk sekali jalan.

Jika Transmilenio harus diakses melalui shelter, SITP bise diberhentikan di halte bus umum. Enaknya adalah pembayaran kedua moda tersebut menggunakan my clave, jadi jika Anda telah membayar SITP dan melanjutkan perjalanan dengan Transmilenio maka hanya perlu menambah COP 200.

Salah satu hal yang tidak mengenakan dari Transmilenio adalah banyaknya rute yang ditawarkan. Bagi saya yang gampang nyasar, ini merupakan sebuah petaka. Mengikuti saran seorang teman saya mengunduh aplikasi Transmilenio y SITP dan memang sangat membantu selama tur yang saya jalani.

Aplikasi offline tersebut sangat mudah digunakan, hanya masukan lokasi keberangkatan dan juga tujuan maka akan muncul alternatif nomor bus dan estimasi waktu perjalanan.

Hidup itu memang unik ya. Siapa sangka dengan sengaja tur dengan Transmilenio bisa membayarkan rasa rindu akan kota kelahiran, Jakarta.

 

Iklan

12 Replies to “Tur Transmilenio”

  1. Udah lama gak naik TJ, udahlah CL aku padamu skrg.. Hihi.. Tapi iyaah transmilenio udah kayak kereta aja, panjang amat ya fi.. 😀 Sayang jg di sini TJ kayaknya masih ada yg belum steril jalurnya.. Gak gitu lebar sih ya jalanan di Jkt selain Sudirman..

    1. menurut gw CL itu moda transportasi massa terbaik deh, bisa angkut banyak orang dan steril dari kendaraan lain. Masalah utama TJ dan Transmilenio kan masih sering kejebak macet dan lampu merah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s