#SeriAnakRantau: Dari Bali ke Meksiko

Keluarga besar saya, terutama dari sisi ibu, merupakan kaum pedagang. Meskipun belum termasuk golongan saudagar kami sudah terbiasa berjualan baik makanan dan juga pakaian. Tipikal orang minang banget kan?

Gara-gara merekalah saya pun selalu berkeinginan untuk punya usaha sendiri. Yang berada di urutan pertama adalah punya warung makan. Sebenarnya sih saya udah mulai dari Dapur Bundo, tapi ibu saya yang paling pegang peran dalam bisnis itu. Saya mau yang punya saya sendiri.

Memangnya bisa masak, Fi? Yah, enggak terlalu mengecewakan kok. 😀

Ya, enggak tahu kapan bakal terlaksana sih, tapi mimpi dan niat itu tetap saya jaga. Semoga suatu saat nanti kesampaian. Mari biarkan semesta mendengar ini dan lihat apa yang akan dia lakukan terhadap mimpi saya itu.

seri anak rantau raun-round

Mimpi itu semakin membara ketika saya membaca sebuah artikel tentang sepasang suami istri yang memiliki rumah makan khas Bali. Yang paling bikin istimewa adalah mereka memulai bisnis tersebut di Mexico City, Meksiko. Restoran Asia dan atau restoran khas Indonesia di negeri orang mah sudah banyak ya, tapi yang benar-benar tematik Bali jarang terdengar. Apalagi juru masaknya pun asli Bali pasti tidak mengecewakan.

Semua Karena Cinta

Kenalan yuk sama I Wayan Sarifan (Chef Yan) dan Ida Ayu Eka Kusuma Dewi (Dayu) dua orang dibalik Bali Food-Massage. Pasangan ini sudah menetap di Mexico City sejak 2014 Sebelumnya mereka pernah berkerja di kapal pesiar sebagai juru masak dan terapis spa. Selama bekerja di kapal pesiar, khusus Chef Yan, bertugas menyajikan makanan khas Indonesia. Namun, ia tidak puas jika hanya “mempromosikan” makanan Indonesia. Ia juga ingin menunyajikan masakan Bali yang juga kaya rasa.

 

18951209_270089843455868_5673094842866237738_n
Chey Yan dan Dayu

 

Dayu bercerita keinginan untuk memiliki bisnis sendiri mulai muncul ketika mereka masih bekerja di kapal pesiar sejak 2006. Selama bekerja mereka telah mengunjungi 45 negara, namun tak sekalipun menemukan restoran khas Bali, meskipun juru masaknya asli Bali.

Pada 2014, lanjut Dayu, mereka mendapatkan tawaran dari pengusaha Meksiko untuk bekerja di sebuah hotel bertemakan kapal pesiar di Acapulco, Meksiko. Dayu dan Chef Yan diharapkan untuk bekerja sebagai terapis Balinese Spa dan chef untuk masakan Asia.

Namun, setelah beberapa waktu mereka mengundurkan diri dan pindah ke Mexico City dan menjajal peruntungan dengan membangun bisnis kuliner dan spa.

“Ide ini tercetus karena kecintaan kami dengan kuliner Indonesia. Kami pun ingin memperkenalkan budaya, khususnya kuliner Bali, ini,” jelas Dayu.

Berbekal modal 12.000 USD Dayu dan Chef Yan memulai proses perizinan usaha, izin tinggal, juga yang terpenting adalah kelayakan usaha terkait standar kebersihan dan kesehatan makanan. Beruntung mereka tidak menemukan kesulitan berarti selama proses perizinan tersebut. Dan, pada Agustus 2016 lahirlah Bali Food-Massage

Namun, hingga saat ini, Bali Food-Massage masih beroperasi dari apartemen tempat tinggal mereka. Walhasil, baru teman-teman terdekat pasangan ini yang bisa menikmati makanan Bali di tempat mereka. Dayu pun berharap mereka dapat segera menemukan tempat yang strategis dan nyaman di kantong. “Biaya sewa di Mexico City mahal,” keluh Dayu.

Impian Dayu adalah jika memiliki tempat yang representatif, Bali Food-Massage bukan cuma tempat untuk makan tetapi juga ada tempat khusus menari. Nantinya kegiatan tersebut akan diadakan pada hari istimewa. Oh iya, sejak Februari 2017Chef Yan didapuk sebagai Ketua Diaspora Wilayah Negara Meksiko, Guatemala, El Salvador, Belize yang bertugas mempromosikan budaya Indonesia di negara-negara tersebut.

Meskipun mereka belum memiliki restoran, namun mereka tetap sibuk. Tidak hanya karena menerima pengunjung untuk datang ke rumah, tetapi juga selalu saja ada pesanan catering baik untuk konsumsi di rumah maupun dalam skala cukup besar dari para klien. Bahkan mereka pun sering ikut serta dalam event kebudayaan tingkat internasional.

“Kalau untuk feria (festival) kami bawa 250 porsi makanan,” jelas Dayu.

Cocok Di Lidah

Bagi siapapun yang pernah menyantap makanan Indonesia di luar negeri pasti akan bilang, “enakan yang di Indonesia!” Ngaku deh?! Saya begitu juga soalnya. Hahaha…

Tapi berbeda dengan makanan khas Bali yang disajikan oleh Dayu danChef Yan . Eh, saya belum coba sih, pengakuan soal keotentikan rasa itu berdasarkan komentar seseorang yang berasal dari Bali dan pernah icip-icip masakan Bali Food-Massage.

Dayu sendiri bilang, kalau mereka berusaha keras untuk tetap mempertahankan cita rasa Bali pada tiap masakannya. Demi mencapai hal tersebut, mereka rela berjam-jam melakukan perjalanan ke pasar Asia demi mendapatkan bumbu-bumbu yang dibutuhkan. Ya, namun, terkadang mereka pun harus mengimpor kebutuhan bahan masakan dari Indonesia.

Usaha mereka tidak mengecewakan, kenikmatan ayam betutu Gianyar, sate lilit, ikan dan udang bakar Jimbaran, tipat cantok dan sambal matah mereka berhasil memanjakan lidah setiap mereka yang mencoba. Tidak hanya orang Indonesia, loh, bahkan orang Meksiko pun dapat menikmatinya.

bali10
Masakan Bali bisa dinikmati siapa saja. Courtesy: Bali Food-Massage
bali9
Pengunjung Feria tergoda masakan Bali. Courtesy; Bali Food-Massage

“Ada orang Meksiko yang suka cita rasa asli, ada juga lebih memilih versi light. Maka dari itu, setiap ada yang pesan kami akan selalu tanya keinginan mereka dan akan kami sesuaikan dengan selera mereka tapi tanpa meninggalkan cita rasa Bali,” papar Dayu.

Tidak Hanya Makanan

Seperti namanya, Bali Food-Massage tidak hanya melulu soal makanan. Berbekal pengalaman sebagai terapis spa, Dayu pun menawarkan jasa pijat Bali di Mexico City. Untuk jasa yang satu ini, Dayu lebih memilih untuk datang ke tempat klien. Alasannya klien akan merasa lebih nyaman untuk dipijat di rumah mereka.

Berniat untuk dipijat? Cukup rogoh kocek 750 peso Meksiko. Itu harga diskon untuk WNI, loh. Asik ya!

Tidak hanya itu, pasangan ini juga menjual pernak-pernik khas Bali loh, seperti dompet, gelungan, kipas, lukisan, dan juga garuda. Semuanya mereka kirim langsung dari Bali.

Duh, beneran deh, saya pribadi kagum banget sama usaha dua orang ini. Tekadnya kuat banget untuk mempromosikan budaya asal mereka. Btw, kalau kalian tiba-tiba nyasar di Mexico City dan kangen makanan Indonesia kontak mereka aja lewat FB Bali Food-Massage pasti dengan senang hati mereka akan menyambut.

Iklan

14 Replies to “#SeriAnakRantau: Dari Bali ke Meksiko”

  1. Salah satu impian terpendamku pun bisa punya tempat makan. Makanya, dulu pakai nama blog omnduut pun diniatkannya untuk buka warung pempek hehehe. Belom terealisasi hingga sekarang.

    Salut buat pasangan ini yang mengembangkan usaha di negeri orang. Warbiyasak.

    1. Hayu Ooom wujudkan. Nanti warung pempeknya bisa buat tempat nongkrong dan belajar nge-blog dari oomndut macam creative hub gitu.

      Iya akupun salut sama mereka. semoga semangatnya menular ke kita2 yah.

  2. Aku nggak mau dipijat kak. Mau nya buka kedai teh talua di depan Old Trafford kak ! kalem
    Hehehe buka rumah makan Padang juga keren di Korea. Semoga bisa terwujud suatu hari nanti 🙂

    1. oh pas banget itu ya menularkan gaya minum baru buat orang Inggris. hahaha

      amiiin semoga keinginan kita terkabul yak, nanti kita bikin geng rumah makan padang di negeri orang. 😛

      1. hahaha, mbok Dayu itu kasta Brahmana, bli Yan itu Sudra ( orang biasa). biasanya jarang ada perempuan brahmana ada yang mau “turun” kasta nikah sama sudra lho. salute….
        *lalu dia ke meksiko lagi wawancara ulang. hahahha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s