Kampung Warna-Warni Bogota

Bogota memang kota yang penuh warna. Yang saya maksud di sini adalah banyaknya mural yang bertebaran di sudut-sudut kota. Ketertarikan saya akan mural bermula sejak mengikuti walking tour di La Candelaria. Sebuah sudut kota dengan arsitektur zaman pertengahan itu penuh dengan mural yang mempercantik wajahnya.

Kalau berdasarkan sebuah artikel yang pernah saya baca, pemerintah-pemerintah kota di Kolombia memang sengaja membiarkan para artis jalanan untuk mendandani dinding-dinding bangunan, beberapa kota malah melegalkan aktivitas ini. Ya tentu saja dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Bukan sekadar mempercantik wajah kota, tetapi mural juga diharapkan dapat mengubah citra sebuah lingkungan. Salah satu contohnya adalah apa yang ada di Barrio Los Puentes di Bogota.

Untuk mengetahui strata sosial seseorang di Bogota, tanyakanlah di mana mereka tinggal. Jika jawabannya di utara kota bisa dipastikan mereka tergolong kelas A, dan sebaliknya mereka yang tinggal di selatan kota masuk katagori kelas C juga D. Seakan setali tiga uang, di mana ada kemiskinan di situ ada kriminalitas. Pun demikian wilayah selatan Bogota dikenal dengan ketidakamanannya. Barrio Los Puentes merupakan salah satu kawasan yang terkenal akan hal buruknya.

Adalah kelompok seninan mural di Bogota, Ink Crew, menginisiasi perubahan wajah Barrio Los Puentes. Para seniman, yang juga didukung pemerintah setempat, merancang proyek mural terbesar di Kolombia. Butuh waktu dua bulan bagi para seniman menyelesaikan karyanya. Awalnya proyek ini dipandang sebelah mata oleh penduduk Barrio Los Puentes. Namun, gara-gara melihat perubahan kecantikan yang muncul pelan-pelan, mereka akhirnya ikut menggulung lengan baju dan ikut mengecat sesuai arahan seniman Ink Crew.

P6071428

 

P6071463
Dulu. wajah Barrio Los Puentes tidak berbeda dengan tetangganya, tak berwarna.

Tertarik, maka saya memutuskan untuk mampir ke Barrio Los Puentes sebelum meninggalkan Bogota. Kebetulan Bus yang akan saya naiki baru berangkat pukul sembilan malam, maka selepas makan siang saya memanfaatkan TransMilenio untuk sampai tempat tujuan.

 

Saya memasang target untuk tidak berkeliling Barrio Los Puentes saat hari mulai gelap. Cap tidak aman daerah tersebut membuat saya sempat ketar-ketir. Waktu masih menunjukan pukul dua siang, sebenarnya waktu saya masih cukup luang. Namun, kecerobohan terjadi, saya malah turun di halte yang bukan seharusnya. Walhasil saya harus menghabiskan waktu satu jam lagi untuk sampai di tujuan. Duh!

Untitled design (11) (1).png

Untitled design.jpg

Akhirnya saya sampai juga. Dari kejauhan warna warna cat yang saling bertabrakan menjadi magnet mata. Salah satu trik untuk terhindar dari bahaya kriminalitas adalah tidak bergaya lagaknya seorang turis, namun sayangnya saya tidak bisa menutupi hal tersebut. Pasalnya gembolan saya banyak ditambah dengan adanya kamera di tangan.

P6071443

 

Untitled design (13) (1).png

Untitled design (1).jpgAda seorang remaja pria yang mengajak saya untuk menyusuri Barrio Los Puentes bersama. Dia juga sedang mengabadikan rumah warna-warni tersebut, alasannya untuk urusan kuliah. Sempat ragu, namun saya putuskan untuk ikut bersamanya berputar-putar. Meski ada teman, saya tetap waspada.

Kami sendiri menikmati tur mandiri tersebut. Kami tidak hanya dimanjakan dengan tabrak warna cat, tetapi juga mengagumi beberapa grafitti karya Ink Crew. Puas berputar-putar, kami keluar dari area perumahan Barrio Los Puentes. Saya bilang pada si teman perjalanan kalau ingin mengabadikan tampak depan kampung tersebut. Dia mengangguk setuju.

Sesampainya kami di depan perkampungan, saya malah melongo. Gimana tidak, ternyata warna-warni Barrio Los Puentes bukan sekadar dicat secara serampangan, tetapi merupakan bagian dari mural raksasa.

P6071539

P6071559

Ink Crew sendiri menamakan mural tersebut sebagai Rio de La Vida, Sungai Kehidupan. Rupanya Ink Crew ingin mengingatkan pada semua bahwa ada generasi penerus di kampung ini yang memiliki mimpi dan wajib untuk diperhatikan. Memang sih, gara-gara tingkat kriminalitasnya, Barrio Los Puentes jarang ada yang melirik. Penduduknya seakan tak dianggap. Namun, dengan adanya mural ini banyak orang yang tertarik dan menyempatkan diri untuk mampir. Penduduk Barrio Los Puentes pun merasa kembali “ada”.

Proyek ini tidak hanya  mempercantik kampung tapi juga memperbaiki kehidupan penduduknya. Selama proses pengecatan mereka saling gotong royong sehingga menciptakan keakraban di antara mereka. Tidak hanya itu, terdapat 62 penduduk yang selama proses ini mendapatkan pelatihan terkait plastering dan pengecatan, bekerja di ketinggian, dan pengolahan makanan. mereka pun mendapatkan sertifikat untuk keahlian tersebut dan menjadi bekal bila suatu saat melamar pekerjaan.

P6071482P6071459

Untitled design (12) (1).png

Proyek mewarnai kampung ini merupakan kali pertama dilakukan di Bogota. Katanya, sih, akan ada beberapa kampung lainnya yang nanti juga akan berubah wajahnya. Seru, ya!

Iklan

8 Replies to “Kampung Warna-Warni Bogota”

  1. Menurut saya kegiatan ini sangat bisa diterapkan di Indonesia. Hasilnya bagus sekali, ya. Bisa sangat mengundang wisatawan, apalagi kalau nanti ada yang menjadikannya lokasi syuting. Kesan kotor dan kumuhnya hilang dengan balutan cat yang warna-warni dan bercerita. Bahkan anjing dan kucing yang tertangkap kamera tidak terkesan menjijikkan, malah lucu dan mengundang rasa penasaran. Mudah-mudahan dari hal kecil ini ada perbaikan nyata yang dirasakan warga kota di sana, sehingga citra keamanan yang rawannya bisa hilang, berganti dengan citra baru sebagai pusat seni. Wkwk.

  2. Aku suka dan salut banget dengan proyek-proyek macam ini. Siapa sangka warna-warna dan rasa seni yang ditumpahkan ke dinding rumah-rumah justru merubah banyak aura dari area ‘temaram’ macam ini. Dan siapa tau di kemudian hari, ini juga merubah citra serta semangat mereka yang tinggal di sana.

    Dan aku juga kaget pas lihat foto Barrio Los Puentes dari kejauhan. Kereeeeeen. Ternyata warna-warna yang disusun itu gak sembarangan ya, ada maksudnya. Membentuk gambaran besar yang menarik. Pasti risetnya luar biasa juga. Salut!

  3. Efiiii, iya ya pas difoto dari jauh ternyata ngebentuk gambar mural, keren banget konsepnya. 😀 Seneng baca tulisan ini. Selain jadi indah ada misi sosial buat masyarakat setempat ya..

    Mural memang jadi salah satu magnet wisata. Udah kebukti banget. Di Indo udah ada beberapa kampung warna-warni tapi mungkin bisa lebih dikembangin lagi kayak gini, ada pesannya gak hanya sekedar jadi berwarna aja.. Ya ampun, gw jadi pingin di Depok pun makin banyak mural, deh.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s