saya berusaha baik-baik saja

Sebelum jari ini mengetik di blog ini saya sudah tahu kalau tulisan ini bakal jadi yang paling berantakan di sini. Saya pun tak peduli karena memang kondisi saya tidak memungkinkan untuk berpikir lurus. Jadi ya biarkan saja semuanya tertulis berantakan tak rapi. Yang penting kekalutan ini keluar.

Saya tidak pernah merasakan ketidakstabilan emosi seperti sekarang ini. Bahkan untuk menjelaskannya pun saya tak tahu bagaimana caranya. Yang pasti saya selalu merasa lelah, sedih, dan ingin marah namun entah kepada siapa.

Sekira dua thaun terakhir saya berkutat dengan pikiran negatif, ya tidak sampai ingin mengakhiri hidup, sih. Lebih tepatnya saya menikmati perasaan-negatif ini: sedih, lelah, dan marah. Sebenarnya sekitar tiga bulan yang lalu saya sudah berkata pada seorang teman, sudah waktunya saya kembali berpikir positif. Bukan karena saya seorang yang memegang teguh jargon”positive vibes only”. Saya cuma mau berubah, karena selalu negatif itu melelahkan. Sudah waktunya menyeimbangkan perasaan.

Sayangnya, rasa sedih itu datang lagi. Hari ini, ketika tulisan ini dibuat.

Saya berusaha untuk mencari tahu sendiri apa penyebab semua perasaan tidak enak ini. Entah benar atau tidak, soalnya saya tidak bertanya pendapat ahli, sepertinya semua rasa ini ada karena saya merasa kesepian yang sangat dalam. Saya bukan orang yang gampang bersosialisasi dan menjalin hubungan personal dengan sesama manusia, saya lebih suka menjaga jarak dan memberikan batasan pribadi.

Mereka bilang saya introvert. Mungkin begitu adanya. Namun, menjadi seorang introvert bukan berarti saya melulu menjauh dari orang banyak. Saya pun butuh interaksi dengan manusia. Sayangnya hal tersebut tidak saya dapatkan dengan cukup selama beberapa waktu terakhir.

Ya, kesepian.

Saya tidak pernah merasakan kesepian yang begitu dalam sebelumnya. Merasa sendirian. Saya menjadi alien yang sebenarnya. Di tempat asing seorang diri. Rasa sepi itu menggerogoti mental saya dari dalam. Kemampuan saya melihat sesuatu dari sudut pandang yang baik memudar. Semua serba salah.

Tidak pernah sekalipun saya kira saya bakal berada di situasi seperti ini.

Kamu pasti heran mengapa saya tidak keluar dari situasi ini, dengan mencari bantuan, misalnya. Oh, hidup dengan banyak keterbatasan sangatlah sulit, Saudara. Bisa berhasil bangun dari tempat tidur dan mulai beraktivitas setiap hari saja sudah sebuah prestasi. Hari-hari saya kosong tanpa makna. Mungkin saya orang paling tidak tahu diri di dunia ini, menyianyiakan waktu begitu saja. Tapi bagaimana lagi, saya tidak tahu harus bagaimana. Darimana saya harus memulai. Saya tidak tahu.

Bahkan saya sudah tidak ingat kegiatan apa yang saya sukai agar tetap waras. Ah, lebih tepatnya saya tidak mau melakukan apa-apa sendiri.

Rasa kesepian ini brengsek sekali ya!

3 Replies to “saya berusaha baik-baik saja”

  1. Hai Efi, sebagai sesama anak rantau, saya juga pernah merasakan apa yang kamu rasakan saat ini. Tiap orang punya cara yang berbeda untuk mengatasi rasa kesepiannya. Coba cari “support system” yang memungkinkan baik secara online maupun offline.

    Belakangan ini ketika saya jalan-jalan santai di luar rumah ataupun lagi masak di rumah, saya coba sambil mendengarkan podcast bahasa Indonesia tentang topik yang saya suka, misalnya sepakbola, teknologi, traveling, dsb. Platformnya ada di Spotify dan Inspigo.id, dua media ini cukup membantu untuk mengatasi rasa rindu akan obrolan dalam bahasa Indonesia meski hanya jadi pendengar pasif. Itu cara saya, dan belum tentu berlaku untuk kamu.

    Semangat Efi!
    Salam anak rantau 🙂

    -Enlik di Estonia

    1. Hai Mas Enlik. Makasih untuk sarannya.

      Iya podcast berbahasa Indonesia ngebantu banget untuk tetep waras dan bikin merasa gak sendirian.

      Sehat2 ya Mas di Estonia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s