Epilog: Penutupan Perjalan Indochina

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya kalau sebelum keberangkatan kami hujan turun. Chris menyarankan cara termurah untuk sampai bandara. Ia menyuruh kami menggunakan ojek ke terminal dan naik bus ke bandara. Cara tersebut lebih murah ketimbang naik taksi yang bisa mencapai 400 THB. Sayang kantong. Menurut jadwal, bus akan berangkat sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Saya …

Tentang Menantang Hidup

Sekuat tenaga saya memaksa mata terbuka. Masih dini hari, hampir pukul dua malam. Pipit dan saya sudah siap menunggu jemputan bus malam, siap menuju tujuan perjalanan berikutnya, Phuket, Thailand. Tuk-tuk jemputan datang, mengantarkan kami ke tempat berkumpul untuk kembali menunggu bus ke perbatasan Poi Pet datang. Kami yang masih berada dalam kondisi di antara tidur …

#CelotehTukangJalan: Polandia, Bolivia, dan Somalia Tolong Tunggu Saya

Dulu sekali saat Yahoo!Mesenger berjaya saya sering gonta-ganti status. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk menarik perhatian teman-teman yang ada di kontak pertemanan supaya mereke mengontak saya dan mempertanyakan "maksud status lo apaan tuh?". Biasanya sih, saya sering pasang kutipan-kutipan orang terkenal gitu biar kece di kotak status. Tapi suatu kali saya menulis …